Yuk Borong Kerajinan Khas Papua di Filantropi Festival 2018, Harga Capai Jutaan Rupiah!

Berkunjung ke Filantropi Festival (FiFest) tak hanya sekedar melihat beragam inovasi tentang program sosial. kerajinan yang didatangkan dari Papua.

Yuk Borong Kerajinan Khas Papua di Filantropi Festival 2018, Harga Capai Jutaan Rupiah!
TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih
Pengrajin asal Papua yang turut hadir memeriahkan FiFest 2018 di JCC Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Berkunjung ke Filantropi Festival (FiFest) tak hanya sekedar melihat beragam inovasi tentang program sosial.

Namun, kamu juga bisa mengintip aneka kerajinan yang dihadirkan dari berbagai daerah satu diantaranya Papua.

Di booth milik PT Freeport Indonesia yang ada di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, ditamapilkan berbagai kerajian tangan yang dijual kepada pengunjung.

Ada kerajinan dari kulit kayu, dari benang wol dan juga cemilan keripik yang didatangkan langsung dari Papua.

Kerajinan tersebut dibuat dalam berbagai bentuk seperti topi, tas, dompet dan hiasan lainnya.

Fere yang merupakan pengrajin bersama lainnya sengaja khusus didatangkan dari Papua untuk mempraktekan langsung pembuatan kerajinan tersebut di depan pengunjung.

Pengrajin asal Papua yang turut hadir memeriahkan FiFest 2018 di JCC Jakarta.
Pengrajin asal Papua yang turut hadir memeriahkan FiFest 2018 di JCC Jakarta. (TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih)

Menurutnya, untuk bisa membuat sebuah tas, membutuhkan waktu yang tak sebentar yaitu sekira satu bulan.

"Prosesnya lama, harus pelan- pelan dan tidak boleh salah, dibuatnya pun menggunakan manual yaitu dilintingkan di bagian kaki agar bisa dianyam," ujarnya kepada TribunJakarta.com, Jumat (26/11/2018).

Untuk sebuah tas dari kulit kayu, harga yang dipatok mulai Rp 150 ribu - Rp 600 ribu.

Untuk topi anyaman dari kulit kayu harganya Rp 300 ribu satuannya dan termahal ialah tas rajut dari wol seharga Rp 1 juta .

Dalam festival yang berlangsung 15- 17 November 2018 ini, para pengunjung juga akan menemukan ragam inovasi di bidang filantropi yang membantu Indonesia mencapai 17 Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2030.

Mengenal Frans Kaisiepo Pahlawan Nasional dari Papua, Namanya Diabadikan di Bandara hingga Mata Uang

Menpora Terima Gubernur Lukas Enembe Bahas Persiapan PON 2020 di Papua

FIFest juga secara khusus menampilkan kegiatan forum dan pameran.

Dalam FiFest tahun ini, kamu akan melihat beragam inovasi apa saja yang hadir di dunia filantropi.

Setidaknya, ada 85-90 booth yang dihadirkan akan menawarkan berbagai cara baru untuk menunjukkan kepedulian sosial.

Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved