Festival Literasi Tangsel Usung Tema Narasi Baru

Festival Literasi Tangsel (FLT), hadir dengan upaya membaca gelagat generasi milenial dengan mengusung tema 'Narasi Baru'.

Festival Literasi Tangsel Usung Tema Narasi Baru
TribunJakarta.com,/Jaisy Rahman Tohir
Festival Literasi Tangsel, di Kandank Jurank Doank, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (18/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Festival Literasi Tangsel (FLT), hadir dengan upaya membaca gelagat generasi milenial dengan mengusung tema 'Narasi Baru', Sabtu - Minggu (18-19/11/2018).

Festival tahunan itu, menjadi salah satu motor penggerak kehidupan literasi yang mengkaji sastra dan budaya si kota yang berada di pinggiran Jakarta itu.

Berlokasi di Kandank Jurank Doank, sekitar Ciputat, lahan luas yang dipenuhi rimbun pohon, milik seniman kondang Dik Doank, FLT menyajikan lingkungan yang damai dan penuh instrumen kesastraan yang kental dengan banyaknya kutipan-kutipan puisi yang dipajang.

Festival Literasi Tangsel, di Kandank Jurank Doank, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (18/11/2018).
Festival Literasi Tangsel, di Kandank Jurank Doank, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (18/11/2018). (TribunJakarta.com/ Jaisy Rahman Tohir)

Lukisan abstrak khas Edi Bonetski juga membuat ciamik panggung utama festival yang ramai mengundang komunitas literasi se-Tangsel itu.

Ketua pelaksana, Sartika Dian mengataka sebagian masyarakat Tangsel merupakan generasi milenial, meskipun hal itu masih bisa diperdebatkan dengan berbagai definisi dan teori.

Keberadaan anak muda di generasi yang menurutnya baru dan unik itu, perlu mendapat sambutan pada karya-karya dan gagasan yang mereka sampaikan.

Dian membaca generasi milenial memiliki cirinya tersendiri, seperti menyukai hal yang remeh-temeh dan lebih mengutamakan kolaborasi dibandingkan berkompetisi.

"At least kita tahu bahwa generasi ini lagi butuh-butuh banget nih, ruang-ruang kreatif, diskusi publik yang baik, ruang bertemu antara yang muda dengan yang muda lain, sehingga menimbulkan kerja sama, kolaborasi," ujarnya saat diwawancara TribunJakarta.com, di atas panggung utama, Minggu (18/11/2018).

Di festival tersebut, berbagai diskusi dari mulai membicarakan sastra anak, sastra dan perempuan, hal kepenulisan, penerbitan serta kajian-kajian kritik sastra.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved