Lion Air JT610 Jatuh

Dua Jenazah Korban Kecelakaan Lion Air PK-LQP Masih Disimpan di RS Polri, Ini Alasannya

Dua jenazah yang sudah korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP yang sudah teridentifikasi, saat ini masih disimpan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Dua Jenazah Korban Kecelakaan Lion Air PK-LQP Masih Disimpan di RS Polri, Ini Alasannya
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Kepala Bidang Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri Kombes (Pol) Lisda Cancer (tengah), di Rumah Sakit Bhayangkara I R. Said Sukanto (RS Polri), Jakarta Timur, Minggu (18/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMATJATI - Dua jenazah yang sudah korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP yang sudah teridentifikasi, saat ini masih disimpan di Rumah Sakit Bhayangkara TK. I R. Said Sukanto (RS Polri).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Kombes Lisda Cancer, di Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

"(Ada) Warga negara Italia, karena jenazah akan direpatriasi di Italia sambil menunggu pemeriksaan berikutnya. Sedangkan bayi menunggu ayah ibunya teridentifikasi," ujar Lisda Cancer, Minggu (18/11/2018).

Jenazah bayi yang sudah teridentifikasi, yaitu Kyara Aurine Danindra G dititipkan atas permintaan kakeknya, Ansori.

Rencananya, jenazah bayi Kyara akan dimakamkan bersama dengan kedua orangtuanya, yaitu Rizal Gilang Perkasa Sanusi Putra dan Wita Seriani yang juga menjadi korban, namun hingga saat ini belum teridentifikasi.

Sementara itu, pihak RS Polri dengan Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia sedang berkoordinasi mengenai data lengkap WNA tersebut, sembari menunggu konfirmasi repatriasi.

Viral Penumpang Wanita Kejar Pesawat Hingga ke Landasan karena Ketinggalan

Cek Skormu Sekarang, Sejumlah Daerah Umumkan Nilai Tes SKD CPNS 2018 yang Lolos Passing Grade

RS Polri juga menerbitkan sertifikat kematian khusus yang berbahasa Inggris, bagi WNA asal Italia bernama Andrea Manfredi tersebut.

"Untuk WNA asal Italia atas nama Andrea Manfredi, kami akan buatkan khusus sertifikat kematian, bukan surat kematian. Sertifikat kematian ini berlaku internasional," ujar Kepala Forensik RS Polri Kombes Pol Edy Purnomo.

Hingga saat ini, tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi jenazah korban sebanyak 100 korban, terdiri dari 73 laki-laki dan 27 perempuan.

Pesawat Lion Air nomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved