Warga Negara Nigeria Diamankan Imigrasi Soekarno-Hatta Gunakan Visa Palsu Seharga Rp 40 Juta

Seorang warga negara Nigeria Berinisial TAO (28) harus berurusan dengan petugas Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta karena gunakan paspor palsu

Warga Negara Nigeria Diamankan Imigrasi Soekarno-Hatta Gunakan Visa Palsu Seharga Rp 40 Juta
Istimewa/dokumentasi Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta.
Beberapa warga negara Nigeria yang diamankan Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta karena memalsukan visa dan paspor, Selasa (20/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Seorang warga negara Nigeria Berinisial TAO (28) harus berurusan dengan petugas Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta setelah mendarat di Indonesia menggunakan visa palsu.

"Saat mendarat dan diperiksa petugas kami, yang bersangkutan didapati menggunakan visa palsu untuk masuk Indonesia," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno-Hatta, Enang Syamsi saat dikonfirmasi, Rabu (21/11/2018).

TAO (28) mendarat di Indonesia menggunakan pesawat Ethopian ET-628 dan tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta pada Sabtu (17/11/2018).

Enang mengungkapkan, pada saat mengantre di tempat pemeriksaan Imigrasi, TAO terlihat gelisah sehingga petugas mencurigainya dan langsung diamankan untuk dimintai keterangan.

"Saat diinterogasi, ditemukan visa yang digunakan sudah dimodifikasi dengan biodata yang tercantum bukan data milik TOA," ungkap Enang.

Saat diinterogasi, TAO mengaku membeli visa palsu tersebut seharga Rp 40 juta dan terancam akan dideportasi ke negara asalnya.

"Dia mengaku mendapatkan visa palsu dengan membayar 40 juta rupiah. Rencananya akan dideportasi," tutur Enang.

3 Warga Negara Nigeria Diamankan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Karena Gunakan Paspor Palsu

Mulai Besok, Warga Bisa Buat Paspor di Lippo Mal Puri Kembangan

Petugas Imigrasi juga mengamankan seorang warga Korea Selatan berinisial JKU lantaran termasuk dalam daftar Interpol.

JKU datang ke Indonesia menggunakan pasawat China Eastern MU-5069 dan diamankan setelah mendarat di Terminal 2D Bandar Udara Soekarno-Hatta.

"Kami sudah berkoordinasi dengan NCB Interpol Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri untuk penanganan lebih lanjut," kata Enang.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved