Lion Air JT610 Jatuh

DVI Polri Pastikan 195 Kantong Jenazah Korban Lion Air PK-LQP Telah Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi seluruh body part dari 195 kantong jenazah yang diterima oleh pihaknya.

DVI Polri Pastikan 195 Kantong Jenazah Korban Lion Air PK-LQP Telah Teridentifikasi
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Konferensi pers di hari ke-23 operasi DVI Polri kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 registrasi PK-LQP di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi seluruh body part dari 195 kantong jenazah yang diterima oleh pihaknya.

Dimana dari 195 kantong jenazah itu, tim DVI mengambil 666 sampel DNA dan hingga saat ini telah berhasil mengidentifikasi 109 penumpang Lion Air PK-LQP.

"Jadi 195 kantong jenazah yang terdiri dari beberapa body part itu sudah selesai kami periksa baik medis maupun propertinya," ucap Wakil Kepala DVI Kombes Pol Triawan Marsudi, Kamis (22/11/2018).

Ini sudah termasuk 24 sampel DNA terakhir yang telah selesai diperiksa, namun masih dalam proses pencocokan dengan data di posko antemortem hingga malam ini.

Sehingga diharapkan besok dapat dilihat berapa jumlah penumpang pesawat nahas tersebut yang tidak terevakuasi oleh tim SAR gabungan saat proses pencarian.

"Pemeriksaan 195 kantong jenazah sudah semua kami lakukan, hasilnya bagaimana? Besok kami sampaikan saat rilis final," ujarnya.

Menurut Triawan, tidak semua penumpang dapat teridentifikasi meski jumlah sampel DNA yang diambil mencapai 666 lantaran beberapa body part berasal dari individu yang telah teridentifikasi sebelumnya.

Seperti diketahui, hingga hari ke-24 operasi DVI kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 tersebut, sebanyak 109 penumpang telah berhasil teridentifikasi.

Jumlah tersebut terdiri dari 31 penumpang wanita dan 78 lainnya laki-laki.

Pesawat tujuan Pangkal Pinang itu sendiri mengalami kecelakaan sesaat setelah meninggalkan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten.

Pesawat sempat dilaporkan meminta untuk kembali ke bandara Soekarno-Hatta, sebelum kemudian hilang kontak pukul 06.33 WIB.

Usai Peluncuran, Trans Patriot Bakal Gratis Selama 5 Hari

Rampung Periksa Seluruh Body Part Korban Lion Air PK-LQP, Besok Operasi DVI Selesai

Terakhir, pesawat itu terlihat berada di koordinat 05 48.934 S 107 07.384 E T.

Pantauan dari Flightaware, pesawat terakhir berada di Tanjung Karawang, namun kemudian hilang dari jalur.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved