Pengungsi Tanah Ambles Pademangan Khawatir Banjir Genangi Tenda Apabila Hujan Turun

Korban tanah ambles di bantaran anak Kali Ciliwung, Pademangan, Jakarta Utara khawatir tenda pengungsian yang mereka tempati terendam banjir

Pengungsi Tanah Ambles Pademangan Khawatir Banjir Genangi Tenda Apabila Hujan Turun
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Korban tanah ambles di bantaran anak kali Ciliwung, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara sejak Minggu (18/11/2018) diungsikan ke tenda darurat beberapa puluh meter di belakang lokasi kejadian. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Korban tanah ambles di bantaran anak Kali Ciliwung, Pademangan, Jakarta Utara khawatir tenda pengungsian yang mereka tempati sejak Minggu (18/11/2018) terendam banjir apabila hujan turun.

Adapun tenda pengungsian berada di belakang lokasi tanah ambles yang masih berada di wilayah RT 01/RW 08, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Salah seorang pengungsi, Elly (53) mengatakan dirinya khawatir apabila hujan turun.

Meski sejak Minggu lalu belum turun hujan, ia cemas disebabkan tanah lapang tempat berdirinya tenda adalah area rawan banjir.

Menurut Elly, banjir datang dari air kiriman yang mengalir dari daerah Pelabuhan Sunda Kelapa, tak jauh dari tenda darurat.

"Dari awal itu belum hujan, tapi saya jelas khawatir, orang ini daerahnya banjir. Soalnya (air) kiriman dari Pelabuhan (Sunda Kelapa) yang mau ke kali," kata Elly ketika ditemui, Kamis (22/11/2018).

Tiga rumah warga di bantaran anak kali Ciliwung wilayah RT 01/RW 08, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, ambles.
Tiga rumah warga di bantaran anak kali Ciliwung wilayah RT 01/RW 08, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, ambles. (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Elly mengatakan, dirinya takut apabila nantinya banjir bisa merendam bagian dalam tenda. Apalagi, lanjut Elly, kedalaman banjir bisa mencapai tumit orang dewasa.

Selama tinggal di kawasan itu selama 22 tahun terakhir, banjir seringkali ia lihat di tanah lapang tempat tenda pengungsian berdiri.

"Iya bisa sampe setumit kalo banjir di sini. Saya tinggal di sini sudah 22 tahun ya banjir mulu," kata Elly.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved