Azas Tigor Sebut Penghentian Sementara Proyek LRT dan Kereta Cepat Adalah Pilihan Keliru

Menghentikan sementara proyek Light Rapid Transit (LRT) dan Kereta Cepat di area Tol Jakarta-Cikampek (Japek) kilometer 11-17 adalah pilihan keliru

Azas Tigor Sebut Penghentian Sementara Proyek LRT dan Kereta Cepat Adalah Pilihan Keliru
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Light Rapid Transit Jakarta diujicobakan pada Rabu (15/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan mengatakan kebijakan menghentikan sementara proyek Light Rapid Transit (LRT) dan kereta cepat di area Tol Jakarta-Cikampek (Japek) kilometer 11-17 adalah pilihan keliru.

Pasalnya pemerintah lebih mengutamakan meneruskan pembangunan jalan tol layang di ruas tol tersebut.

"Kelirunya adalah tidak meneruskan membangun sarana angkutan umum massal yang sedang berproses yakni pembangunan LRT atau Kereta Cepat," kata Azas Tigor Nainggolan, Jumat (23/11/2018).

Diketahui, di jalur tersebut ada tiga proyek pembangunan, Jalan Tol Layang, LRT dan Kereta Cepat berhimpitan bersamaan secara fisik.

Pembangunan berhimpitan bersamaan itu memang mengakibatkan kepadatan serta perlambatan arus lalu lintas dan menjadi kemacetan berat sepanjang hari.

Menurut Azas Tigor Nainggolan, seharusnya yang didahulukan dan dilanjutkan pemerintah adalah segera membangun fasilitas layanan angkutan umum massal seperti LRT Jabodebek dahulu.

"Jika dipilih atau dibuat tingkatan kemendesakan harus segera dibangun antara ketiga fasilitas di atas adalah membangun LRT kemudian Kereta Cepat. Baru membangun Jalan Tol Layang jika masih dibutuhkan setelah kedua sarana angkutan massal itu selesai dibangun dan digunakan," ungkapnya.

Tigor mengatakan keputusan untuk mengutamakan pembangunan jalan tol layang di Tol Japek bukankah kebijakan yang menyelesaikan masalah.

"Justru kebijakan mengutamakan membangun jalan baru atau seperti jalan tol layang menjadi 'karpet merah' bagi pengguna mobil pribadi disana. Para pengguna mobil pribadi justru merasa lebih difasilitasi penggunaan kendaraannya oleh jalan tol layang baru," kata dia.

"Akibatnya tidak akan ada penurunan jumlah penggunaan mobil pribadi justru akan meningkat karena ada jalan tol layang baru. Akhirnya kemacetan akan terus terjadi dan terus meningkat tanpa upaya yang benar untuk menekan penggunaan kendaraan mobil pribadi," lanjutnya.

Proyak Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek Dihentikan Karena Sebabkan Kemacetan

Menhub Minta Proyek Kereta Cepat dan LRT Hentikan Proses Konstruksi di Ruas Tol Japek

Jadi Penyebab Macet, Menhub Minta Proyek LRT dan Kereta Cepat Dihentikan Sementara

Tigor mengatakan Pemerintah harusnha menyediakan angkutan umum massal yang aman, akses dan nyaman akan membuat masyarakat berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Sebelumnya, langkah penghentian dilakukan karena kedua proyek tersebut memiliki waktu pengerjaan yang lebih panjang dari waktu target penyelesaian dari pada jalan tol layang (elevated) Japek.

Penghentian kedua proyek hanya dilakukan di area tertentu Japek di sepanjang kurang lebih 5 kilometer saja karena pemerintah melihat di ruas jalan tersebut sering mengalami kemacetan.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved