Lion Air JT610 Jatuh

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Ajukan Gugatan Hukum ke Boeing

"Lion Air hanyalah salah satu dari beberapa maskapai yang telah membeli Boeing MAX 8 yang relatif baru." tambahnya.

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Ajukan Gugatan Hukum ke Boeing
Istimewa
Pesawat Boeing 737 Max 8 milik maskapai Lion Air. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga korban insiden kecelakaan pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP nomor penerbangan  JT610 telah mengajukan gugatan hukum terhadap Perusahaan Boeing di Chicago, pada 16 November 2018.

Selain gugatan pertama, keluarga korban juga sedang meminta ganti rugi yang berjumlah ratusan juta dolar.

Manuel von Ribbeck yang berasal dari kantor hukum Ribbeck Law Chartered menyatakan bahwa pihaknya menyuarakan keluarga korban untuk mengajukan gugatan.

"Tidak ada alasan untuk menunggu laporan akhir dari investigasi karena bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, laporan akhir tidak akan menetapkan kewajiban; keputusan siapa yang bersalah dalam kecelakaan ini akan ditentukan oleh hakim atau juri di Amerika," kata Von Ribbeck dalam keterangan yang diterima, Jumat (23/11/2018).

Von Ribbeck, yang memiliki catatan signifikan mewakili keluarga korban penerbangan global termasuk beberapa keluarga dalam kecelakaan penerbangan sebelumnya di Indonesia, menilai ada beberapa penyebab langsung musibah kecelakaan itu.

"Lion Air hanyalah salah satu dari beberapa maskapai yang telah membeli Boeing MAX 8 yang relatif baru." tambahnya.

Disisi lain, Deon Botha yang juga berasal dari Ribbeck Law Chartered menyatakan bahwa pada tanggal 7 November 2018, Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan Pedoman Kelayakan Darurat baru pada Boeing 737 MAX yang diarahkan pada apa yang ditetapkan sebagai "kondisi tidak aman" yang mungkin ada atau berkembang di pesawat Boeing 737 MAX lainnya.

"Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang baru itu dirancang dan diproduksi di Amerika Serikat." katanya.

Ribbeck Law Chartered adalah firma hukum litigasi global yang berkonsentrasi pada bencana penerbangan di seluruh dunia.

Perusahaan ini telah mewakili klien lebih dari 73 negara dan 47 kecelakaan pesawat penerbangan komersial.

Ribbeck Law Chartered adalah salah satu dari sedikit firma hukum penerbangan dengan staf yang berpengalaman di banyak negara di seluruh dunia.

Sebelumnya, salah satu keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 atas nama Dr. Rio Nanda Pratama menggugat The Boeing Company selaku produsen pesawat Boeing 737 MAX 8.

Pernah Jabat Kepala Penerangan Hingga Danpaspampres, Jenderal Andika Resmi Pimpin Korps TNI AD

Dibenarkan Menteri PUPR Hingga Antisipasi Anies Soal Ucapan Prabowo Bundaran HI Tergenang Tahun 2025

Gugatan disampaikan melalui firma hukum Colson Hicks Eidson dan BartlettChen LLC.

Keluarga menggugat karena maskapai Lion Air dengan registrasi PK-LQP itu menggunakan pesawat pabrikan Boeing yang belum lama mereka operasikan (Ryana Aryadita Umasugi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lagi, Keluarga Korban Lion Air JT 610 Gugat Boeing"

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved