Diduga Alami Depresi, Pria di Semarang Nekat Bakar Diri

erdinandus Nugroho nekat membakar diri di kediamannya, Pandean Taman Harjo, Kelurahan Kebon Agung, Semarang Timur, Sabtu (24/11/2018) pagi.

Diduga Alami Depresi, Pria di Semarang Nekat Bakar Diri
TribunJateng/Istimewa
Anggota Inafis Polrestabes Semarang menggotong jenazah Ferdinandus ke ambulans, Sabtu (24/11). 

TRIBUNJAKARTA.COM, SEMARANG - Ferdinandus Nugroho nekat membakar diri di kediamannya, Pandean Taman Harjo, Kelurahan Kebon Agung, Semarang Timur, Sabtu (24/11/2018) pagi.

Ferdinandus diduga mengalami depresi.

Ia sengaja membakar dirinya muncul setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah itu sekitar pukul 08.00.

Semula sekitar pukul 06.10 tetangga korban, Anik Kustiyani hendak mandi pagi sebelum akhirnya mendengar suara rintihan seseorang.

"Tetangganya kemudian keluar, mencari suara rintihan dan mendapati rumah korban sudah mengepulkan asap pekat, dia kemudian berteriak meminta pertolongan warga," terang Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widiyas Sampurna ketika dikonfirmasi Tribun Jateng.

Ketika pintu rumah kemudian dibuka, warga mendapati korban sudah hangus terbakar. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Tidak lama aparat bersama anggota Inafis datang ke lokasi.

"Hasil olah TKP ditemukan jeriken minyak tanah di dekat korban yang meninggal terbakar, disekujur badan korban juga tercium bau bahan bakar yang sama," terang Agil lebih lanjut.

Oleh karena itu, dugaan sementara korban disebut membakar dirinya karena depresi.

Sosok Wanita yang Bakar Diri di Ciputat Penjual Pecel Ayam Dikenal Baik, Berubah Sebulan Terakhir

Bantu Suami Jual Pecel Ayam, Tetangga Sebut Sosok Wanita Bakar Diri di Ciputat Dikenal Baik

"Namun demikian untuk lebih pastinya jenazah korban kami bawa ke RSUP dr Kariadi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan mencari penyebab pasti meninggalnya korban," terangnya.

Sekitar pukul 08.30 jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit. Sementara polisi membawa beberapa barang bukti seperti minyak tanah dan mencari keterangan para saksi. (TribunJateng.com/Rival Almanaf)

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved