Lion Air JT610 Jatuh

KNKT: Lion Air Sebut Pramugari PK-LQP Berjumlah 5 Orang Ternyata 6 Orang

KNKT Nurcahyo Utomo, meminta Lion Air memperbaiki manajemen penjaminan keselamatan dalam penerbangan

KNKT: Lion Air Sebut Pramugari PK-LQP Berjumlah 5 Orang Ternyata 6 Orang
ISTIMEWA
Pesawat Lion Air Boeing 737 MAX 8, registrasi PK-LQP dengan kapasitas 180 kursi kelas ekonomi. 

TRIBUNJAKARTA.COM- Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo, meminta Lion Air memperbaiki manajemen penjaminan keselamatan dalam penerbangan.

Nurcahyo mengatakan, ada dua rekomendasi yang diberikan KNKT kepada pihak Lion Air.

“KNKT meminta Lion Air menjamin implementasi Operation Manual part A subchapter 1.4.2, dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan dan untuk menjamin pilot dapat mengambil keputusan untuk melanjutkan penerbangan,” ucap Nurcahyo dalam konferensi pers laporan awal investigasi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610, di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

KNKT juga meminta Lion Air menjamin semua dokumen operasional diisi dan didokumentasikan secara tepat.

“Dokumen harus sesuai kondisi sesungguhnya. Dalam laporan pesawat PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 itu menjelaskan ada lima pramugari, tapi nyatanya ada enam,” ungkap Nurcahyo.

Kata Perwakilan Keluarga, 10 Penyelam Dikerahkan Evakuasi Korban Pesawat Lion Air PK-LQP Hari Ini

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Sambangi Tanjung Pakis, Pastikan Evakuasi Kembali Berlangsung

Nurcahyo juga mengatakan bahwa rekomendasi itu muncul karena dalam penerbangan sebelum kejadian nahas, yakni dari Denpasar menuju Jakarta pada 28 November 2018 malam, pesawat Lion Air PK-LQP sudah mengalami masalah.

“Meskipun sudah diperbaiki, kami memandang pesawat itu tidak layak terbang karena mengalami berbagai masalah,” tegasnya. (Rizal Bomantama)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul KNKT: Pesawat Lion Air PK-LQP Tak Layak Terbang

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved