Lion Air JT610 Jatuh

Temuan Awal KNKT Jatuhnya Lion Air PK-LQP: Alami 6 Gangguan, Tak Layak Terbang Sejak dari Denpasar

KNKT menyebut pesawat Lion Air PK-LQP ternyata telah bermasalah sejak tiga hari sebelum peristiwa kecelakan itu terjadi.

Temuan Awal KNKT Jatuhnya Lion Air PK-LQP: Alami 6 Gangguan, Tak Layak Terbang Sejak dari Denpasar
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Personel Puslabfor Bareskrim Polri ambil sampel serpihan pesawat dan barang milik korban jatuhnya Lion Air PK-LQP di Dermaga JICT II, Jakarta Utara, Jumat (2/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan awal mengenai  jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018.

KNKT menyebut pesawat Lion Air PK-LQP tersebut ternyata telah bermasalah sejak tiga hari sebelum peristiwa kecelakan itu terjadi.

Dikutip dari Kompas.com, Lion Air PK-LQP mengalami enam masalah.

"Dari data perawatan pesawat, sejak tanggal 26 Oktober, tercatat ada enam masalah atau enam gangguan yang tercatat di pesawat ini," kata Ketua Subkomite Investigasi KNKT Nurcahyo Utomo, di Kantor KNKT, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Enam masalah yang terjadi, kata Nurcahyo, berkaitan dengan masalah indikator kecepatan dan ketinggian pesawat.

Masalah itu masih terus terjadi sampai penerbangan terakhir sebelum pesawat jatuh, yakni pada rute Denpasar-Jakarta pada 28 Oktober.

Hingga akhirnya, pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu jatuh di perairan Karawang saat menempuh rute Jakarta-Pangkal Pinang.

"Ini yang tercatat dalam buku perawatan pesawat," kata Nurcahyo.

Nurcahyo menuturkan temuan yang disampaikan KNKT hari ini merupakan laporan awal, yakni laporan yang didapat setelah 30 hari seusai kejadian kecelakaan.

Laporan ini bukan merupakan kesimpulan tentang kecelakaan.

Halaman
1234
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved