Kejuaraan 2nd IOAC 2018 Jadi Perhitungan Bagi Atlet Pelatnas Jelang SEA Games 2019

Para perenang yang sudah masuk ke dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) tampaknya masih harus berusaha lebih ektra.

Kejuaraan 2nd IOAC 2018 Jadi Perhitungan Bagi Atlet Pelatnas Jelang SEA Games 2019
Tribunnews/Abdul Majid
Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin E Rahardjo saat ditemui di Stadion Akuatik, GBK. Jakarta, Kamis (29/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Para perenang yang sudah masuk ke dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) tampaknya masih harus berusaha lebih ektra.

Pasalnya, jelang SEA Games yang akan terselenggara di Filipina pada akhir tahun 2019, PB PRSI kini tengah fokus untuk mengevaluasi para atletnya dengan cara menerapkan program promosi dan degeradasi.

Salah satu penilaian itu akan diambil ketika mereka mengikuti kejuaraan 2nd IOAC 2018 yang diadakan di Stadion Akuatik, GBK, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

“Memang kejuaraan ini (2nd IOAC 2018) kami pakai untuk promosi degradasi pelatnas SEA Games 2019. Di event ini kami akan seleksi lagi apakah yang ada di pelatnas bisa lanjut atau terdegradasi, dan yang di luar pelatnas juga bisa dapat kesempatan promosi untuk masuk pelatnas,” kata Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin E Rahardjo di Stadion Akuatik, GBK.

“Jadi belum tentu atlet yang masuk pelatnas sekarang bisa main di SEA Games. Kami juga buat kompetisi dengan ketat agar atlet-atlet kami tidak kaget dan mereka tidak lengah,” sambungnya.

TPU di Depok Jadi Tempat Pemasangan APK Pemilu 2019

Hujan Deras, Kamar Tidur Serta Kamar Mandi Milik Warga di Bantaran Kali Tergerus Longsor

Lebih lanjut, Herlin memaparkan bahwa beberapa event renang lainnya PRSI juga akan menilai para perenang muda yang akan siap diturunkan pada SEA Games 2019.

Dan, berharap pula dengan adanya event lainnya juga bisa memunculkan perenang muda seperti Azzhara Permatahani.

“Kita juga berharap dengan adanya beberapa event kedepan mulai bermunculan atlet-atlet muda, dan bisa menerapkan seperti apa yang Menpora bilang (penggunaan atlet kedua di SEA Games),” kata Herlin.

“Seperti tahun lalu kita Azzhara Permatahani usianya waktu itu masih 14 tahun tapi sudah memecahkan rekornas. Kami berharap akan banyak perenang muda yang kembali bisa mencetak rekornas khususnya yang di bawa 18 tahun,” pungkasnya.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved