Lion Air JT610 Jatuh

Lion Air PK-LQP: Hotman Paris Ungkap Ancaman Terhadap Keluarga Korban dan Perlawanan Balik Lion Air

Kasus pesawat Lion Air PK-LQP kode penerbangan JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, semakin panjang

Lion Air PK-LQP: Hotman Paris Ungkap Ancaman Terhadap Keluarga Korban dan Perlawanan Balik Lion Air
ISTIMEWA
Pesawat Lion Air Boeing 737 MAX 8, registrasi PK-LQP dengan kapasitas 180 kursi kelas ekonomi. 

TRIBUNJAKARTA.COM- Kasus pesawat Lion Air PK-LQP kode penerbangan JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, semakin panjang.

Usai rilis dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai kondisi pesawat yang tidak laik terbang, muncul kabar baru dari Hotman Paris.

Hotman Paris mengggandeng pengacara dari Amerika Serikat agar korban menggugat Boeing, perusahaan pembuat pesawat Lion Air PK-LQP.

Hotman juga menambahkan bahwa ada oknum yang memberikan surat kepada keluarga korban agar tidak mengajukan gugatan. Berikut rangkuman TribunJakarta:

1. Surat larangan menggugat

Hotman Paris menyebut ada oknum yang mengedarkan surat larangan kepada keluarga korban kecelakaan Lion Air PK-LQP agar tidak menggugat perusahaan maskapai itu.

Kabar tersebut diperoleh Hotman Paris dari keluarga korban, terutama setelah mereka dijanjikan santunan sebesar Rp 1,25 miliar oleh pihak Lion Air.

Menurut Hotman Paris, dalam surat itu keluarga korban dilarang menggugat pihak Lion Air apabila sudah mendapat uang santunan.

"Jadi saat ini ada masalah, karena ada dugaan oknum-oknum dari perusahan penerbangan mengedarkan surat kepada keluarga yang isinya jika Anda menerima konpensasi Rp 1,25 miliar sesuai aturan Kementerian Perhubungan maka kalian tidak boleh lagi menguggat di mana pun," kata Hotman Paris di Kopi Johny, Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (29/11/2018).

Hotman Paris mengatakan seharusnya pihak keluarga tidak dibatasi untuk mengajukan gugatan ke depannya.

Halaman
1234
Penulis: erik sinaga
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved