Ada Daratan Kulit Kerang di Muara Angke

Warga memang sengaja membuang kulit kerang di jalanan rumah mereka untuk membuat semacam 'daratan baru'.

Tayang:
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Daratan kulit kerang di pemukiman nelayan pencari kerang Muara Angke, RT 06/RW 22 Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Pemukiman nelayan di kawasan RT 06/RW 22 Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, dipenuhi limbah kulit kerang.

Pantauan TribunJakarta.com, ada kulit kerang yang tampak masih baru, ada juga yang sudah menjadi kepingan kecil. Semuanya berserakan di jalanan.

Meski tampak kumuh, ternyata limbah kulit kerang tersebut tak sembarangan berserakan. Warga memang sengaja membuang kulit kerang di jalanan rumah mereka untuk membuat semacam 'daratan baru'.

Ketua RT 06/RW 22 Kelurahan Pluit, Arti Astati alias Tatik mengatakan daratan kulit kerang telah ada di kawasan itu sejak tahun 1990-an.

"Iya ini udah dari tahun 90an. Dari jaman ibu dulu masih gadis dulu udah ngupas kerang juga. Dari umur 15 tahun sampe sekarang umur 39 tahun ya emang udah ada itu kulit kerangnya," kata Tatik ketika ditemui Jumat (30/11/2018).

Tatik mengatakan, jauh sebelum ada daratan kulit kerang, pemukiman itu adalah rawa-rawa. Dikarenakan banyak pengusaha kerang di sana, aktivitas pengupasan kulit kerang pun tak terpisahkan.

Menurut Tatik, kulit kerang yang telah dikupas akan ditimbun ketimbang ditumpuk-tumpuk.

"Jadi dulu ini rawa-rawa, karena ini banyak pengupas kerang jadi ditimbun. Termasuk kalo ngerebus kerangnya banyak, banyak juga kulitnya. Daripada ditumpuk kaya gunung, mending ditimbun buat tanah kita," kata Tatik.

Tatik menjelaskan warga RT 06/RW 22 kebanyakan adalah pengusaha maupun nelayan yang sehari-harinya berurusan dengan kerang.

Sebelum kulit kerang dibuang ke jalanan, nelayan akan mencari kerang terlebih dahulu dari laut.

Usai kerang terkumpul, warga sekitar yang bekerja sebagai pengupas kulit kerang akan menjalankan peran mereka. Pengupas akan memisahkan antara kulit dan daging kerang.

Heboh Pernikahan Crazy Rich Surabayan, Mempelai Wanita Anak dari Pengusaha Kaya di Surabaya

Warga Tagih Janji Pemkot Depok Perbaiki Lampu Merah di Perempatan Kelapa Dua

Lalu, kulit kerang baru akan sengaja dibuang ke jalanan.

Tati menambahkan, dulunya pondasi kayu di rumah panggungnya mencapai tinggi sekitar 150 sentimeter atau menyamai tinggi badannya.

Setelah penimbunan kulit kerang rutin sejak tahun 90an, pondasi kayu itu sudah tertutupi kulit kerang seluruhnya.

"Memang sengaja buat nimbun. Awalnya kaki rumah ini setinggi ibu. Sekarang sudah hampir sama tanah," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved