Liga Indonesia

Suap Rp 400 Juta Jelang Laga Sisa: Sriwijaya FC Diminta Mengalah, Mantan Pemain Terlibat

Kapten Sriwijaya FC didekati mafia pengatur skor, kasih uang Rp 400 juta. Berdasar rekaman suara dan pesan pendek, ada bekas pemain terlibat.

Suap Rp 400 Juta Jelang Laga Sisa: Sriwijaya FC Diminta Mengalah, Mantan Pemain Terlibat
Sripoku.com
Kapten Sriwijaya FC, Yu Hyun Koo. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Jelang berakhirnya musim kompetisi Liga 1 2018, pemain Sriwijaya FC menjadi sasaran mafia skor, pelakunya menyiapkan uang ratusan juta dan tunai.

Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat, mengakui para pemainnya mendekati penghujung kompetisi menerima pesan pendek gelap, berisi tawaran menjadi bagian mafia pengaturan skor.

"Banyak pemain kami yang dapat SMS. Ada bekas pemain dan ada fotonya, pemain saya sudah melapor. Ada rekamannya, ada tawarannya berapa," ujar Ucok Hidayat dilansir Tribun Sumsel.

Ditawari Rp 400 juta

Kapten Sriwijaya FC Yu Hyun Koo mengungkap sisi gelap dunia sepak bola di Indonesia. Ia menjadi saksi betapa mafia pengaturan skor nyata adanya.

Ia pernah disodori uang sebesar Rp 400 juta oleh oknum yang ingin merekayasa skor pertandingan.

“Pertama kali kasih uang ke saya 400 juta, tapi dia mau kasih bagi pemain lain. Kamu mau pemain siapa-siapa apakah kiper, pemain belakang. Saya bilang saya enggak mau. Tapi dia bilang mau ketemu saya. Saya enggak mau. Karena saya mau pemain bola bukan saya pemain mafia,” ujar Yu Hyun Koo disitat dari Sripoku.

Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat (tengah), berbicara dengan pemainnya, Esteban Vizcarra (kiri) dan Mamadou NDiaye, usai laga melawan Persebaya dalam laga pekan kelima Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (22/4/2018).
Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat (tengah), berbicara dengan pemainnya, Esteban Vizcarra (kiri) dan Mamadou NDiaye, usai laga melawan Persebaya dalam laga pekan kelima Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (22/4/2018). (Instagram Ucok Hidayat @ucok.hidayat)

Pemain asal Korea Selatan itu tidak ingin mencicipi uang haram. Ia menguatkan diri menghadapi tekanan para oknum mafia pengaturan skor meski di bawah ancaman.

Tiga tahun lalu, dua teman Yu Hyun Koo sampai bunuh diri karena tidak kuat menahan tekanan dari para mafia sepak bola.

“Terjadi pernah tiga tahun lalu terjadi seperti itu. Teman-teman saya banyak yang dimasuki seperti itu, dua teman saya bunuh diri karena ada aturan seperti itu," sambung dia.

Halaman
123
Penulis: yogi gustaman
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved