Bawa Sangkur dan Salip Iringan Mobil Jokowi, Toni Dituntut 5 Bulan Penjara

JPU menyatakan Toni bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951

Bawa Sangkur dan Salip Iringan Mobil Jokowi, Toni Dituntut 5 Bulan Penjara
TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA
Iringan mobil Jokowi yang meninggalkan lokasi Gedung Joang 45 menuju Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Terdakwa perkara kepemilikan senjata tajam jenis sangkur, Toni Hidayat (26) dituntut 5 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok, Riza Dona dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Dalam amar tuntutan, JPU menyatakan Toni bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

"Tanpa hak, membuat, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan sesuatu senjata pemukul, penikam, atau penusuk berupa satu bilah pisau sangkur warna hitam bertuliskan Rambo," kata Riza di PN Depok, Selasa (4/12/2018).

Merujuk pada amar tuntutan, kejadian berawal kala Toni menyalip iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo saat melintasi di Jalan Tol Jagorawi, Rabu (3/8/2018) sekira pukul 19.50 WIB.

Dia mengacuhkan intruksi yang diberikan Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) untuk minggir lalu keluar jalan tol dan semakin nekat menyalip iring-iringan mobil pengawal Presiden lewat jalur kiri.

"Terdakwa yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna merah No Pol H6341CJ menyalip iring-iringan mobil yang sedang mengawal Mobil Presiden Republik Indonesia," ujarnya.

Anies Baswedan Siapkan Sayembara untuk Penataan Monas

Tak sampai di situ, upaya Paspampres yang jadi saksi dan kala itu mengendarai mobil Patroli Jalan Raya (PJR) menggiring Toni keluar di pintu Tol Cibubur tak berhasil.

Toni justru memacu sepeda motornya sampai akhirnya, Paspampres memepet terdakwa dan menggiring ke pintu Tol Cimanggis, Depok hingga menepi.

Saat digeledah, anggota Paspampres mendapati Toni membawa sangkur warna hitam bertuliskan Rambo yang diselipkan di pinggang celana belakang.

"Ditemukan satu bilah pisau jenis sangkur warna hitam bertuliskan Rambo yang diselipkan di pinggang belakang badan terdakwa. Kemudian terdakwa berikut barang bukti diserahkan ke pihak Polsek Cimanggis," tuturnya. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved