Pemilu 2019

44 Penyandang Tuna Grahita Tercatat Punyak Hak Suara di Tangerang Selatan

"Jadi bukan orang gila yang di pinggir jalan yang menggelandang, makan sembarangan, asosial dan bahkan tidak mengetahui dirinya sendiri," ujarnya.

44 Penyandang Tuna Grahita Tercatat Punyak Hak Suara di Tangerang Selatan
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Polres Metro Jakarta Timur menggelar simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjelas pemilu 2019 mendatang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Pemilu 2019 diharapkan menjadi pesta demokrasi bagi semua kalangan masyarakat.

Terutama dalam konteks pemilih, seluruh masyarakat yang sudah memenuhi syarat diharapkan dapat berpartisipasi.

Sebagai penyelenggara, tugas KPU memastikan masyarakat yang sudah berusia 17 tahun bisa terdata sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT), termasuk para disabilitas.

Ditemui di kantornya di Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Ketua KPU Tangsel, Bambang Dwitoro, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap para disabilitas.

Ia membaginya menjadi disabilitas tuna rungu wicara, tuna daksa, tuna netra, tuna grahita dan tuna lainnya.

Yang dimaksud tuna lainnya adalah, orang-orang yang memiliki keterbatasan tersendiri, seperti para manula, yang membutuhkan pendamping.

"Tuna daksa 152, tuna netra 80, tuna rungu wicara 91, Tuna Grahita 44 dan tuna lainnya 169," ujar Bambang saat dikonfirmasi, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya, penyandang Tuna Grahita atau pengidap gangguan mental, tetap dipastikan memperoleh hak pilihnya.

Bambang menjelaskan, penyandang Tuna Grahita diketahui dari hasil pendataan rumah ke rumah, laporan masyarakat dan pendataan ke instansi yang menampung para tuna grahita.

"Jadi bukan orang gila yang di pinggir jalan yang menggelandang, makan sembarangan, asosial dan bahkan tidak mengetahui dirinya sendiri," ujarnya.

Bambang mengatakan, orang dengan gangguan mental paling banyak berada di wilayah Pamulang.

Tanggapi Keyakinan Rochy Putiray Persija Jakarta Juara, Hamka Hamzah: Settingan Itu Tak Masuk Akal

Adu Mulut dengan Rocky Gerung Soal Reuni 212, Boni Hargens Soroti Kekuasaan Era Orde Baru

"Ya karena kan DPT paling banyak di sana," ujarnya.

Dengan terdatanya para disabilitas itu, KPU akan menyiapkan fasilitas penunjangnya.

KPU akan memastikan tuna netra mendapat menggunakan kertas suara braile, sedangkan bagi tuna daksa, pengguna kursi roda misalnya, akan dipastikan memiliki akses di TPS.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved