Pembunuhan di Papua

Cerita Empat Pekerja Pura-pura Mati Agar Selamat, TNI-Polri Kontak Senjata dengan KKB Selama 16 Jam

Jimmi Aritonang dan tiga pekerja PT Istaka Karya selamat dari KKB pimpinan Egianus Kogoya. Perjuangan mereka kabur untuk selamat dramatis.

Cerita Empat Pekerja Pura-pura Mati Agar Selamat, TNI-Polri Kontak Senjata dengan KKB Selama 16 Jam
Istimewa/Kompas.com
Aparat TNI yang ditugaskan untuk melakukan evakuasi ke Yigi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Jimmi Aritonang dan sejumlah temannya pura-pura mati ketika Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, menembaki mereka.

KKB pimpinan Egianus Kogoya itu lebih dulu mengumpulkan merekadi puncak Kabo, tak jauh dari kamp para pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi.

Di puncak Kabo para pekerja diberondong oleh senjata anggota KKB.

"Saat mereka ditembaki, adik ipar saya bersama beberapa temannya pura-pura mati," cerita kakak ipar Jimmi Aritonang, Lefrend Siahaan, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler seperti dilansir Kompas.com, Rabu (4/12/2018).

Setelah KKB menjauh dan meninggalkan para pekerja di puncak Kabo, Jimmi dan pekerja yang selamat melarikan diri.

"Jumlahnya tidak tahu berapa orang yang berhasil selamat,” sambung Siahaan yang tinggal di Wamena.

Sederet Fakta KKB Pimpinan Egianus Kogoya yang Tewaskan 31 Pekerja di Nduga

Semula Jimmi di antara pekerja yang tewas di tangan KKB.

Kondisinya sehat dan tak mendapatkan luka sedikitpun.

Kini, Jimmi telah berada di penampungan evakuasi korban selamat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, untuk menjalani pemulihan atas trauma yang dialaminya.

Menurut Siahaan, setelah mereka ditinggal KKB, Jimmi lari Distrik Mbua, melewati hutan lebat, sungai terjal dan bukti.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved