Keracunan Minuman Kedaluwarsa, Satu Siswa SD Negeri Pengasinan 2 Sempat Kejang-kejang

Delapan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Pengasinan 2, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi diduga jadi korban keracunan

Keracunan Minuman Kedaluwarsa, Satu Siswa SD Negeri Pengasinan 2 Sempat Kejang-kejang
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Ahmad Jaelani (33) orang tua RA siswa yang jadi korban keracunan minuman saset kedaluwarsa. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWALUMBU - Delapan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Pengasinan 2, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi diduga jadi korban keracunan usai mengkonsumsi minuman kedaluwarsa, satu diantaranya bahkan sempat mengalami kejang-kejang.

Ahmad Jaelani (33), orang tua siswa bernama RA(10), salah satu korban keracunan minuman kedaluwarsa mengatakan, sebelum dilarikan ke rumah sakit, anaknya sempat mengalami kejang-kejang.

"Sempet kejang, awalnya dia mual, sakit perut sama muntah, gak lama sakit makin parah dirujuk ke rumah sakit," kata Jaelani, saat dijumpai di RS Hosana Medica, Selasa, (5/11/2018).

Dia menambahkan, ketika pagi berangkat sekolah, anaknya dalam keadaan sehat. Anaknya juga tidak pernah punya riwayat sakit kejang-kejang.

Rima diketahui mengkonsumsi minuman Pop Ice kedaluwarsa yang dibeli di salah satu pedagang yang berada di lingkungan sekolah seharga Rp 3000. Ia membeli satu gelas minuman dan mengkonsumsi seorang diri.

Belum sampai minuman tersebut habis, Rima langsung mengeluh kesakitan, perutnya mula dan muntah-muntah. Dia langsung mendapatkan pertolongan pertama di Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sebelum akhirnya di bawa ke Puskesmas dan dirujuk ke RS Hosana Medica.

Selain RA, tujuh orang anak lainnya yakni Sultan MZ, MIM, MHA, MFR, FTS, MDAP, DS.

"Sehat-sehat aja pas berangkat sekolah, dia (RA) juga sebelum berangkat sarapan dulu," jelas dia.

Sepuluh Warga Kelurahan Cimpauen, Depok Terjangkit Penyakit dengan Gejala Mirip Cikungunya

Saat ini, kondisi RA dan ketujuh anak lainnya mulai berangsur membaik. Bahkan pihak rumah sakit kata Jaelani berencana memulangkan seluruh pasien korban keracunan dan melanjutkan rawat jalan.

"Alhamdulillah udah mulai baik, udah bisa makan normal, cuma masih agak lemas aja, tapi kata dokter hari ini udah bisa pulang rawat jalan aja," ungkapnya.

Sementara itu, orang tua siswa lainnya bernama Buyung Sunyoto (45) berharap pihak sekolah bisa mensterilkan kantin atau pedagang di lingkungan sekolah, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Ya kita berharap aja bisa steril kantinnya, jajanan yang dijual juga bisa dijamin jangan sampai makanan atau kedaluwarsa dijual anak-anak kan gak tahu, soal proses hukumnya kita serahkan saja ke pihak sekolah sesuai prosedur yang ada," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved