Pemkot Tangerang Ulas Rencana Penataan PKL

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Dadi Budaeri menyinggung persoalan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di wilayah Kota Tangerang.

Pemkot Tangerang Ulas Rencana Penataan PKL
Istimewa/dokumentasi Pemkot Tangerang.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Dadi Budaeri pada rapat evaluasi kewilayahan yang berlangsung di Ruang Akhlakul Kharimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Dadi Budaeri menyinggung persoalan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di wilayah Kota Tangerang.

Hal itu disampaikan pada rapat evaluasi kewilayahan yang berlangsung di Ruang Akhlakul Kharimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Dikatakan Dadi, untuk tahap pertama dari Kecamatan dan Kelurahan agar melakukan inventarisir terkait dengan jumlah PKL yang akan dipindahkan.

Dimana data tersebut disampaikan ke bagian pemerintahan Kota Tangerang.

"Nanti setelah disampaikan ke bagian pemerintahan, kecamatan dan kelurahan juga mendata kira-kira slotnya akan diplot ke wilayah mana," ujar Dadi, Rabu (5/12/2018).

"Seperti contoh Kecamatan Tangerang sudah dijabarkan datanya di tiap-tiap koperasi kan ada termasuk daya tampung juga," tambah dia.

Dadi juga meminta agar Pemkot Tangerang dapat melakukan pengecekan terhadap zona wilayah yang baru untuk PKL.

Hal itu untuk mengetahui kuota pada lahan baru tersebut cukup untuk PKL yang akan direlokasi.

Biasa Jual di Pinggir Jalan, Angkringan Pak Dhe Pomo Hadir di Tangcity Mall dengan Harga Kaki Lima!

PKL Keluhkan Galian Proyek di Plumpang

"Pengecekan secara sampling aja, misalnya bener gak di satu lokasi ada 10 pedagang digeser ke sebelah kanan bener gak kapasitasnya menampung 10 pedagang, kalau ternyata menampung 15 pedagang pastikan tidak ada lagi pedagang baru," jelas Dadi

Menurut Dadi pemindahan PKL ke tempat yang lebih kondusif tersebut sejalan dengan visi misi Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah yakni Tangerang yang Digital City, Cashless City dan Tangerang tanpa kaki lima.

Menurut Sekda, optimisme Pemkot Tangerang dalam menertibkan PKL di wilayah Kota Tangerang serta tersusunnya restribusi yang diperuntukan bagi para PKL.

"Konteksnya retribusi bukan hanya menarik pendapatan tapi kita ingin meregulasi bahwa PKL bisa tertib," kata Dadi.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved