Perantara 3 Ribu Ekstasi dan 450 Gram Sabu Jaringan Internasional Dituntut 15 Tahun Penjara

terdakwa perantara 3.444 ekstasi dan 451,7 gram sabu dari Belgia ke Indonesia dituntut 15 tahun penjara.

Perantara 3 Ribu Ekstasi dan 450 Gram Sabu Jaringan Internasional Dituntut 15 Tahun Penjara
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi pelaku kejahatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Ilham Saputra alias Putra, terdakwa perantara 3.444 ekstasi dan 451,7 gram sabu dari Belgia ke Indonesia dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok, Rozi Juliantono 15 tahun penjara.

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU Putri Dwi Astriani di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Ilham dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Yakni bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, membawa, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan primer JPU. Oleh karena itu menuntut terdakwa berupa pidana penjara selama 15 Tahun," kata Putri di PN Depok, Selasa (4/12/2018).

KPU Depok Tunda Penetapan DPTHP-2 Pemilu 2019

Pemkot Depok Diminta Beri Pelatihan Komputer dan Customer Service ke Penyandang Disabilitas

Dalam berkas tuntutan, kejadian berawal kala petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten memberitahukan anggota BNN bahwa ada paket kiriman dari Belgia yang ditujukan ke warga Depok.

Yakni dari Jhon Mice Van Scho dengan penerima atas nama Putra di alamat Jalan Azalea Raya RT 05/RW 05 Perumahan Griya Cinere 2 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok.

Lantaran curiga, Bea Cukai dan BNN berkoordinasi dengan kantor Pos Depok agar paket berisi ribuan ekstasi dan ratusan gram sabu yang dimasukan dalam speaker diantar ke tempat Putra pada Selasa (12/6/2018) sekira pukul 10.00 WIB.

"Petugas Pos sampai di Pos Security Jalan Azalea Raya. Kemudian terdakwa mendatangi Pos Security. Saat paket diterima langsung dilakukan penangkapan terhadap terdakwa," ujar Putri.

Tak lama usai Ilham dicokok, pada Jumat (22/6/2018) BNN kembali mendapati pengiriman paket berisi sepatu dari Belgia yang ditujukan kepada saksi Yeni Ariyani alias Yeyen.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved