Sepuluh Warga Kelurahan Cimpauen, Depok Terjangkit Penyakit dengan Gejala Mirip Cikungunya

Ketua Posyandu RW 13, May mengatakan bahwa gejala serupa Cikungunya itu seperti meriang, pegal di persendian, dan muncul bercak merah seperti bentol

Sepuluh Warga Kelurahan Cimpauen, Depok Terjangkit Penyakit dengan Gejala Mirip Cikungunya
rewirenews/shutterstock
Ilustrasi Sakit 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Sebanyak 10 warga RW 13 Kelurahan Cimpauen, Tapos terjangkit penyakit dengan gejala serupa Cikungunya sejak akhir November dan baru berangsur pulih awal Desember sekarang.

Ketua Posyandu RW 13, May mengatakan bahwa gejala serupa Cikungunya itu seperti meriang, pegal di persendian, dan muncul bercak merah seperti bentol.

"Gejalanya memang seperti Cikungunya. Badan meriang, pegal di persendian, bercak merah di badan seperti bentol. Ada 10 warga yang kena, warga dari RT 01 dan RT 02," kata May di Tapos, Depok, Rabu (5/12/2018).

Meski mirip, May menegaskan belum ada kepastian penyakit apa yang menjangkiti warga karena pihak Puskesmas belum mengambil sampel darah warga yang sakit.

Dia hanya menuturkan bahwa paling lama butuh waktu 10 hari bagi warga sebelum pulih, dan paling singkat butuh tiga hari untuk sembuh.

"Paling lama butuh 10 hari, tapi kebanyakan cuman dua sampai tiga hari. Kalau yang 10 hari itu karena telat berobatnya, jadi pas sakit malah ke tukang pijat. Bukan klinik atau puskesmas," ujarnya.

Harga Telur di Pasar Jatinegara Tembus Rp 26 Ribu per Kilogram

Ketua RT 01/RW 13, Otih mengatakan ada enam warganya yang sempat sakit namun kini sudah pulih, sementara di RT 02 ada empat warga.

Guna mencegah hal tak diinginkan, Otih berencana mengajak RT 02 dan RT 03 untuk melakukan kerja bakti dan fogging dalam waktu dekat.

"Paling banyak warga RT saya, ada enam orang, kalau di RT 02 ada empat orang. Saya juga belum tahu apa ini Cikungunya atau bukan, karena dari pihak Puskesmas belum bisa memastikan. Tapi rencananya mau ada kerja bakti sama fogging dalam waktu dekat," tutur Otih. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved