Bulan Januari Sampai November 2018, 241 Kebakaran di Kabupaten Tangerang, Puntung Rokok Jadi Sebab

Dari keseluruhan penyebab kebarakan yang terjadi di Kabupaten Tangerang, korsleting arus pendek listrik terdapat 71 kasus dan pembakaran sampah.

Bulan Januari Sampai November 2018, 241 Kebakaran di Kabupaten Tangerang, Puntung Rokok Jadi Sebab
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, KARAWACI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat selama kurun waktu Januari hingga November 2018, terjadi 241 peristiwa kebakaran.

Berdasarkan jumlah tersebut korsleting arus pendek listrik dan pembakaran sampah sembarangan menjadi penyebab utama kasus kebakaran.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Agus Suryana menerangkan, dari keseluruhan penyebab kebarakan yang terjadi di Kabupaten Tangerang, korsleting arus pendek listrik terdapat 71 kasus dan pembakaran sampah sembarangan sebanyak 47 kasus.

Sementara, untuk penyebab kebakaran seperti kompor atau tabung gas hanya 12, obat nyamuk satu kasus, lilin satu kasus, Puntung Rokok 11 kasus, penyebab lain-lain 21 dan penyebab yang belum diketahui sebanyak 31 kasus.

"118 kasus dari 241 peristiwa kebakaran terjadi karena korsleting arus listrik dan pembakaran sampah sembarang di Kabupaten Tangerang," ujar Agus di kantornya, Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (6/12/2018).

Bukan Karena Sakit Hati Dicopot Jokowi, Tedjo Edhy Buka Suara Alasan Kini Mendukung Prabowo

Beralih Dukungan dari Prabowo ke Jokowi, Dedi Mulyadi: Kalau Dirasa Enak Kenapa Harus Diganti?

Dari ratusan peristiwa tersebut, dari Januari hingga Oktober sebanyak 32 orang luka-luka dan enam orang meninggal dunia.

Agus meneruskan, kejadian kebakaran tersebut juga menyebabkan kerugian sebanyak Rp 59.932 miliar.

Maraknya kasus kebakaran yang disebabkan dua kasus tersebut, terang Agus, karena minimnya pemahaman masyarakat untuk mengatasi hal tersebut.

Padahal, pihaknya telah berupaya melakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Tangerang.

"Kami sudah melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat terkait dengan penyebab apa saja yang dapat menimbulkan atau menyebabkan kebakaran. Diharapkan dengan sosialisasi tersebut masyarakat dapat memahami penyebab kebakaran dan meminimalisir kasus-kasus kebakaran," katanya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved