Depok Belum Punya Safe House untuk Lindungi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Sahat menuturkan DPRD Depok telah mengusulkan secara resmi agar Pemkot Depok membangun safe house sejak tiga tahun lalu

Depok Belum Punya Safe House untuk Lindungi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan
Kompas.com/ Shutterstock
Ilustrasi kekerasan pada anak 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Program ketahanan keluarga dan kota layak anak yang digagas Pemkot Depok dinilai belum maksimal karena sampai sekarang Depok belum memiliki safe house untuk melindungi perempuan dan anak korban kekerasan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Depok, Sahat Farida saat ditanya apakah keberadaan safe house untuk melindungi perempuan dan anak korban kekerasan di Depok.

"Program ketahanan keluarga dan kota layak anak masih belum maksimal karena Depok masih belum punya safe house. Safe house ini mendesak, sangat perlu, harusnya ada," kata Sahat saat dihubungi wartawan di Sukmajaya, Depok, Kamis (6/12/2018).

Sahat menuturkan DPRD Depok telah mengusulkan secara resmi agar Pemkot Depok membangun safe house sejak tiga tahun lalu.

Namun usul tersebut tak kunjung terealisasi, bahkan sampai Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memberi penghargaan kategori Nindya bagi Depok tahun ini.

Usul tersebut disampaikan bersama revitalisasi kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Depok.

"Sejak tiga tahun lalu sudah diusulkan secara resmi ke Pemkot Depok, bareng sama revitalisasi kantor PT2TP2A. Untuk kantor PT2TP2A sudah ada, menggunakan kantor eks UPT. Tapi kalau safe house sampai sekarang belum ada," ujarnya.

Sederet Fakta 7 Artis Endorse Produk Kecantikan Ilegal: Dari Pelaku Hingga Honor Belasan Juta Rupiah

Warga yang Rumahnya Kejatuhan Crane Minta Pemerintah Tanggung Jawab

Perihal di mana perempuan dan anak korban kekerasan ditempatkan saat proses hukum bergulir, Sahat menuturkan perlindungan dibantu LBH Apik dan keluarga korban yang dapat dipercaya.

Meski dapat perlindungan, Sahat menegaskan perempuan dan anak korban kekerasan semestinya ditempatkan di safe house demi keselamatan dan menjaga kondisi psikis korban.

"Untuk Depok selama ini penempatan korban dibantu LBH Apik jika ada kebutuhan safe house. Ada juga korban yang masih bersama keluarga dan lingkungan yang dipercaya. Tapi tentu saja lebih baik safe house," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved