Pemilu 2019

Menakar Kekuatan PDIP di Pemilu 2019 Bila Ahok Bergabung, Pengamat Bicara Catatan Kontroversi

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok nampak sudah membuat ancang-ancang politik.

Menakar Kekuatan PDIP di Pemilu 2019 Bila Ahok Bergabung, Pengamat Bicara Catatan Kontroversi
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Pasangan Calon Pilkada DKI Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok nampak sudah membuat ancang-ancang politik.

Meski masih menjalani hukuman penjara, Namun kabar Ahok bakal kembali terjun ke dunia politik sudah berhembus belakangan ini.

Ahok pun dikabarkan akan bergabung dengan PDI Perjuangan selepas menjalani hukumannya.

Kabar akan bergabungnya Ahok ke PDI Perjuangan sendiri mencuat beberapa waktu lalu.

Ketika itu, Djarot Saiful Hidayat menyebut bahwa Ahok memang berkeinginan untuk bergabung dengan PDI Perjuangan.

Djarot bahkan menyebut bahwa Ahok berpesan agar pendukungnya tidak golput pada Pemilu 2019 nanti.

"Dia bilang, Mas tolong pendukung kita kalau bisa jangan golput, kalau bisa pilih pak jokowi.

Makanya dia bilang kalau nanti masuk politik saya akan pasti masuk PDI Perjuangan," ujar Djarot seperti dikutip dari Kabar Petang TVOne, Kamis (6/12/2018).

Kabar ingin bergabungnya Ahok ke PDI Perjuangan pun menuai beragam komentar dari sejumlah politisi, termasuk dari Kader PDIP.

Menurut Politikus PDIP, Masinton Pasaribu, PDI Perjuangan sangat terbuka bagi siapapun yang memiliki ideologi dan program perjuangan yang sama.

Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok.
Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok. (Tribunnews)

Sebut Reuni Akbar 212 Sebagai Aset Bangsa, Aa Gym Usulkan Ahok Diundang Tahun Depan

Gembong Warsono: PDIP Terbuka Bila Ahok Ingin Bergabung

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved