Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah Khusus Disabilitas

Pemerintah Kota Bekasi berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar, untuk pembangunan sekolah khusus penyandang disabilitas

Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 2 Miliar untuk Bangun Sekolah Khusus Disabilitas
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menghadiri acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Bekasi, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar, untuk pembangunan sekolah khusus penyandang disabilitas.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, sekolah khusus penyandang disabilitas akan menggunakan gedung sekolah SD Margajaya I, IV, dan V, di SD tersebut terdapat tiga sekolah yang akan dimarger (gabung).

"Siswa SD I, IV, dan V akan digabung lalu dimasukkan ke SD III Margayaja yang gedungnya terpisah ada di Bekasi Selatan," kata Rahmat Effendi, Kamis, (6/12/2018).

Kemudian kata dia, gedung SD I, IV, dan V nantinya akan dijadikan SMP Negeri, total keseluruhan ruang kelas gedung bekas SD itu memiliki 24 ruangan, dari 24 ruangan, enam diantaranya akan digunakan sebagai ruang kelas sekolah khusus penyandang disabilitas.

Anggaran sekitar Rp 2 miliar nantinya akan digunakan untuk membuat fasilitas penunjang agar memudahkan penyandang disabilitas.

"Untuk tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dengan luas lahan 38 x 1 meter, anggaran yang dialokasikan kurang lebih Rp 2 sampai Rp 3 miliar," jelas dia.

Buron 4 Bulan, Penusuk Tukang Ojek di Cengkareng Berhasil Dibekuk

Tim Gabungan TNI-Polri, Evakuasi 15 Jenazah Korban Pembantaian di Puncak Kabo Papua Hari Ini

Dia menjelaskan, terkait sekolah khusus untuk penyandang disabilitas sejauh ini yang dikelola oleh Pemkot Bekasi belum ada. Untuk itu pihaknya, kedepan wacana untuk membangun fasilitas pendidikan tersebut jadi priototas agar Kota Bekasi jadi kota yang ramah disabilitas.

"Ya supaya anak-anak di Kota Bekasi memiliki hak yang sama, karena saudara-saudara kita itu (penyandang disabilitas) wajib kita fasilitasi agar kota ini kota yang ramah terhadap semua warganya," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved