Titik Baru Kerusakan Jalan di Kalimalang Bekasi Muncul

Terdapat titik baru kerusakan jalan tepatnya setelah kolong Tol JORR arah Jakarta.

Titik Baru Kerusakan Jalan di Kalimalang Bekasi Muncul
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Titik baru kerusakan jalan tepatnya setelah kolong Tol JORR arah Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Masalah Jalan rusak di akses Kalimalang belum juga usai, upaya perbaikan sejatinya telah dilakukan. Namun, terdapat titik baru kerusakan jalan tepatnya setelah kolong Tol JORR arah Jakarta.

Pantauan TribunJakarta.com, kerusakan yang terjadi yakni terdapat lubang besar tepat di tengah jalan. Diameter kerusakan jalan juga terbilang besar, hingg setiap kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju untuk menghindari lubang.

Kondisi lubang juga dipenuhi genangan air. Alhasil, setiap kendaraan khususnya sepeda motor sangat beresiko jika memaksa menerobos lubang jalan, kedalamannya pun diperkirakan sekitar 10-20 sentimeter.

Kurnia Rahayu warga Jakarta Timur yang biasa melintasi Jalan Kalimalang mengatakan, kerusakan yang terjadi di titik setelah kolong tol JORR itu relatif baru ketimbang kerusakan lain di akses Kalimalang.

"Selama saya lewat sini (Kalimalang) kerusakan yang di arah Jakarta terbilang baru ya, karena sebelumnya setahu saya kerusakan lebih banyak di jalan arah Bekasi," kata Kurnia, Rabu, (5/12/2018).

Pengoperasian JPM Tanah Abang Tinggal Tunggu Kesiapan PT KAI

Anies Baswedan Bahagia Pemprov DKI Sabet 3 Penghargaan Pada Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

Menurut dia, kerusakan jalan selain membahayakan pengedara, juga berdampak menimbulkan kemacetan. Ruas Jalan Kalimalang ke arah Jakarta dekat kolong tol JORR relatif sempit.

"Karena mobil atau motor pasti jalannya minggir dong, bahaya kalau terobos lubang karena cukup dalam, ditambah jalannya sempit jadi macet," ungkapnya.

Sementara itu, warga sekitar bernama Nurahman mengatakan, Jalan Kalimalang yang rusak awalnya hanya kerusakan-kerusakan kecil. Beton jalan yang retak lama kelamaan membesar karena kurang perawatan.

"Awalnya retak-retak aja, cuma karena enggak ada perawatan jadi makin gede lubangnya, harusnya kalau bisa kira-kira jalan udah retak langsung di tambal, ini kan enggak, musim hujan retak-retak itu masuk air lama-lama membesar dia," ungkapnya. 

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved