Wakil Wali Kota Tangsel Sebut Pelayanan Via Aplikasi di Wilayahnya Masih Tak Efektif

Benyamin mengatakan, pelayanan melalui aplikasi masih harus dievaluasi, karena banyak yang masih perlu penguatan, terutama dari sisi sosialisasinya

Wakil Wali Kota Tangsel Sebut Pelayanan Via Aplikasi di Wilayahnya Masih Tak Efektif
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Serpong, Tangsel, Kamis (22/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Pemerintah kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bakal kembali menggemborkan smart city menjadi visi utamanya sampai tahun 2021, akhir masa kepemimpinan wali kota Airin Rachmi Diany dan wakilnya, Benyamin Davnie.

Smart city bukan isu baru di Tangsel. Kota yang baru menginjak usia satu dekade itu sudah banyak mengeluarkan program pelayanan yang bisa digolongkan sebagai upaya membangun smart city, yaitu pelayanan digital.

Pelayanan digital itu dalam bentuk aplikasi, sehingga bisa memutus jarak waktu dan ongkos untuk mendapat pelayanan.

Sampai saat ini sudah ada ratusan aplikasi ataupun grogram digital yang diterbitkan Pemkot, namun tidak semua berjalan mulus.

Benyamin mengatakan, pelayanan melalui aplikasi masih harus dievaluasi, karena banyak yang masih perlu penguatan, terutama dari sisi sosialisasinya.

"Yang paling banyak masuk ke kita itu Siaran Tangsel, kemudian juga beberapa layanan di BP2T, terus SPPT di Bapenda. Yang belum banyak hasilnya itu yang RSU SMS Gateway. Jadi mau daftar cukup SMS ke nomor itu. Daftar mau ke RSU mau rawat mau opname," papar Benyamin, kemarin, Rabu (6/12/2018).

Ia juga menyoroti SMS RSU yang seharusnya mempermudah pelayanan masyarakat, tapi justru sedikit digunakan.

Ben, sapaan akrabnya, tidak menyalahkan masyarakat atas tidak digunakannya program berbasis digital itu.

Gelandang Persija, Renan Silva: Kami Ingin Menang untuk The Jakmania

Ia lebih melihat ke dalam dengan menyebut faktor sosialisasi yang masih lemah.

"Jadi bukan RSU saja, rata-rata sistem informasi yang belum banyak dipakai masyarakat, sosialisasinya yang masih kurang," ujarnya.

Sari, warga Pamulang, mengaku tidak mengetahui jika ada pelayanan di Pemkot Tangsel yang bisa menggunakan aplikasi.

"Emang ada ya. Saya enggak tahu, mungkin pernah dengar, tapi enggak tahu," ujar Sari kepada TribunJakarta.com, Kamis (6/12/2018).

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved