28 dari 33 Longsor di Depok Terjadi Saat Musim Hujan

33 longsor yang terjadi sejak awal bulan Februari hingga bulan Desember di Depok

28 dari 33 Longsor di Depok Terjadi Saat Musim Hujan
TribunJakarta/Bima Putra
Kondisi turap di Kali Tanah Baru Depok usai longsor, Pancoran Mas, Depok, Kamis (25/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok sampai sekarang mencatat ada 33 longsor yang terjadi sejak awal bulan Februari hingga bulan Desember.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianti mengatakan jumlah tersebut merupakan data terbaru yang tercatat sampai hari ini.

"Sampai sekarang ada 33 longsor yang terjadi, ini data dari awal Februari sampai kemarin. Jadi ini data terbaru di bidang SDA Dinas PUPR Depok. Ada yang lokasinya di pinggir kali atau perumahan," kata Citra di Kantor PUPR Depok, Jumat (7/12/2018).

Citra menuturkan longsor terjadi karena sebab yang berbeda, di antaranya pergeseran tanah, bangunan yang melanggar garis sempadan sungai, dan curah hujan yang tinggi hingga memengaruhi kontur tanah.

Berangsur tingginya curah hujan sejak akhir bulan Oktober sampai sekarang mendominasi peristiwa longsor, yakni 28 kejadian longsor.

"Semenjak akhir bulan Oktober sampai sekarang jumlah longsor meningkat. Dari Februari sampai Maret itu cuman ada lima longsor. Nah dari awal Oktober sampai sekarang ada 28 longsor. Jadi jumlahnya meningkat derastis," ujarnya.

Bahas Perbatasan dan Hibah Wali Kota Depok Temui Anies Baswedan, Pertengahan Desember 2018

Crane Ambruk, Proyek Turap di Kali Sentiong Hanya Dihentikan Hari Ini

Perihal penanganan, Bidang SDA Dinas PUPR Depok memiliki 130 personel untuk penanganan dibantu Tagana dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

Bantuan personel guna mempercepat penanganan longsor karena jumlah Tim Satgas Banjir sangat kurang dari jumlah ideal 625 personel mengingat jumlah kali, irigasi, dan Situ di Depok.

"Jumlah Tim Satgas Banjir 130, sangat kurang karena jumlah idealnya 625 personel. Untuk penanganan kita mengangkat material longsor, memasang cerucuk bambu dan membuat beronjong," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved