Cerita Kasatpol PP Jagakarsa, Hanya Cuti Sekali Selama 33 Tahun Bekerja dan Tersinggung karena Ini

Kasatpol PP Jagakarsa tersebut hanya pernah sekali merasakan cuti saat dirinya dan keluarga menuju tanah suci Mekkah selama satu bulan lamanya.

Cerita Kasatpol PP Jagakarsa, Hanya Cuti Sekali Selama 33 Tahun Bekerja dan Tersinggung karena Ini
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Kasatpol PP Jagakarsa, Yahya di Kantor Camat Jagakarsa pada Jumat (7/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Selama berkecimpung di dunia Satpol PP, Yahya (58) belum pernah memanfaatkan jatah cutinya untuk sekadar beristirahat di rumah atau berlibur.

Kasatpol PP Jagakarsa tersebut hanya pernah sekali merasakan cuti saat dirinya dan keluarga menuju tanah suci Mekkah selama satu bulan lamanya.

"Saya enggak pernah ngambil cuti buat istirahat. Ngambil cuti hanya ke Mekkah aja. Buat cuti Haji. Itu aja, alhamdulilah sampai sekarang diberi kesehatan," bebernya kepada TribunJakarta.com, Jumat (7/12/2018) di Kantor Camat Jagakarsa.

Suatu ketika saat Yahya tengah menjalani tugasnya di lapangan, ia sempat jengkel dengan seorang mahasiswa yang menyinggung perasaan anggota Satpol PP.

"Sewaktu saya operasi di Pasar Minggu, waktu itu buah-buah semangka pedagang saya angkutin-angkutin ke mobil. Kata seorang mahasiswa Itu dibawa buat satpol pp makan-makan, pesta," kenang Yahya.

Mendengar ucapan mahasiswa tersebut, Yahya pun tersinggung.

Sederet Asisten dan ART Artis Ini Punya Gaji Capai Puluhan Juta, Tak Kalah dari Majikannya

Ingin Pergi Liburan Natal dan Tahun Baru? BPTJ Sarankan Lewat Jalur Alternatif Ini Hindari Macet

"Saya panggil mahasiswa itu, saya paksa makan semangka sitaan pedagang. Jadi terbukti bukan kami yang makan. Dia suruh makan. Tersinggung saya," bebernya.

Meski banyak anggapan orang mengatakan para anggota Satpol PP arogan, Yahya tak menampik seluruh penilaian itu.

"Mungkin ya (arogan) tapi kita benar-benar bekerja untuk masyarakat. Untuk ketertiban dan kenyamanan warga," tuturnya.

Penghasilan anggota Satpol PP terbilang tinggi, Kasatpol PP Jagakarsa tersebut pun menghidari pungutan liar (pungli) kepada masyarakat.

"Kita udah gede seperti ini (gaji) enggak usah nyari-nyari yang enggak benar," tandasnya.

Kini, Yahya hampir memasuki masa pensiun dua tahun mendatang.

"Saya sudah 56 tahun, alhamdulilah anak saya ada 5 orang. 3 orang sudah lulus S1 semua. Yang paling kecil masih SMP. Saya sudah tua tinggal menghabiskan masa pensiun di sini dua tahun lagi," katanya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved