Persija Jakarta

Dalam 2 Jam, 250 Tiket Persija Vs Mitra Kukar Ludes di Markas The Jakmania Pademangan

Hendrik mengatakan penjualan tiket diprioritaskan kepada The Jakmania yang berdomisili di Pademangan.

Dalam 2 Jam, 250 Tiket Persija Vs Mitra Kukar Ludes di Markas The Jakmania Pademangan
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ratusan The Jakmania mengantre pembelian tiket di Subkorwil The Jakmania Pademangan, Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Sebanyak 250 tiket pertandingan Liga 1 2018 antara Persija Jakarta kontra Mitra Kukar yang dijual di salah satu markas The Jakmania, Distro Mental Baja, Jalan Waspada Raya, Pademangan, Jakarta Utara, habis kurang dari dua jam.

Penjualan tiket yang dibuka sejak pukul 17.00 WIB Kamis (6/12/2018) sore ditutup pada pukul 18.30 WIB.

Sebab, tiket sudah habis terjual kepada suporter Persija Jakarta, The Jakmania, yang sejak sore telah meramaikan lokasi.

"Di sini kami jual 250 tiket. Dua jam udah sold out," kata Hendrik ketika ditemui TribunJakarta.com.

Hendrik mengatakan penjualan tiket diprioritaskan kepada The Jakmania yang berdomisili di Pademangan.

Selain itu, tiket juga diprioritaskan bagi pemegang kartu anggota The Jakmania.

"Semua anggota kita kasih. Prioritas untuk yang KTA. Ini animonya luar biasa," kata Hendrik.

5 Berita Persija Jakarta Jelang Laga Penentu Juara: Info Nobar Hingga Imbauan untuk The Jakmania

Hendrik menjelaskan di Pademangan sendiri terdapat lima subkorwil The Jakmania. Semua subkorwil kebagian tiket dengan jumlah sama, 250 lembar.

Adapun total The Jakmania Pademangan yang memiliki kartu anggota berjumlah 500 orang.

"Harganya Rp 100 ribu-Rp 120 ribu, itu sudah sama bus. Kita nanti hari Minggu berangkat naik tiga bus," ucapnya.

Hendrik menambahkan, bagi para The Jakmania yang tidak kebagian tiket, pihaknya menginstruksikan untuk menyaksikan laga Persija melawan Mitra Kukar lewat televisi.

Hendrik mengimbau kepada anggota The Jakmania yang tidak dapat tiket untuk tidak memaksakan berangkat ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, tempat laga digelar.

Hal itu untuk menghindari kerusuhan atau hal-hal lain yang tak diinginkan.

"Kami instruksikan mereka untuk nobar. Kalo dipaksakan nanti penumpukan massa dan hal yang tidak diinginkan terjadi," katanya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved