Fakta Tawuran Perguruan Katak Beracun: Gunakan Air Keras Hingga Grup Whatsapp Pepupa

Aksi tawuran Perguruan Katak Beracun, berhasil diungkap aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dan Polsek Pondok Aren.

Fakta Tawuran Perguruan Katak Beracun: Gunakan Air Keras Hingga Grup Whatsapp Pepupa
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, yang didampingi Kapolsek Pondok Aren, Kompol Yudho Huntoro dan Kasat Reskrim AKP Alexander Yurikho, saat gelar rilis pengungkapan kasus tawuran di Jalan Promoter, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (7/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Aksi tawuran Perguruan Katak Beracun, berhasil diungkap aparat Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dan Polsek Pondok Aren.

Aksinya yang terakhir, tawuran dengan sekelompok ABG di Bintaro Sektor III, Pondok Aren, Tangsel, Minggu (2/12/2018) lalu, meresahkan warga, bahkan membuat tewas satu orang dan tiga orang lainnya luka parah.

Dari tawuran tersebut, aparat menangkap sembilan orang tersangka, dan tujuh di antaranya masih di bawah umur.

Mereka adalah MSBI (16), RD (21), S (13), BKA (17), WTP (15), SN (17), MY (15), Ahmad Fauzi (18) dan Deni Malik (18).

Masih ada dua pelaku lainnya yang masum daftar pencarian orang (DPO), B dan T.

Janjian Lewat Medsos

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, mengatakanTerjadinya tawuran akibat Perguruan Katak Beracun itu beradu ejek di media sosial.

Kekesalan yang timbul, berujung janji bertemu satu sama lain untuk baku hantam. Lokasi pun dipilih di Bintaro, mengingat titik tengah antara kedua kelompok ABG itu.

Perguruan Katak Beracun dari Ciputat, sedangkan lawannya dari wilayah Tangerang. Jika dilihat dari korbaannya, banyak yang berasal dari kecamatan Larangan.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved