Penduduk Kota Tangerang Cuma 2,1 Juta Sementara Pergerakan Kendaraan 3 Juta Setiap Hari

Jumlah pergerakan kendaraan di Kota Tangerang bisa mencapai tiga juta pergerakan setiap harinya.

Penduduk Kota Tangerang Cuma 2,1 Juta Sementara Pergerakan Kendaraan 3 Juta Setiap Hari
TribunJakarta/Ega Alfreda
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Saeful Rohman (tengah) saat ditemui di TangCity Mall, Kota Tangerang, Jumat (7/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Jumlah pergerakan kendaraan di Kota Tangerang bisa mencapai tiga juta pergerakan setiap harinya.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Saeful Rohman, jumlah warga Kota Tangerang sendiri hanya mencapai 2,1 juta jiwa.

"Pergerakan di Kota Tangerang ini sampai tiga juta perhari, padahal penduduknya cuma 2,1 juta jiwa. Yang menggunakan kendaraan umum hanya kurang lebih 14 persen atau 250 ribuan jiwa," jelas Saeful di TangCity Mall, Jumat (7/12/2018).

Dari angka tersebut, menurut Saeful, kemacetan di Kota Tangerang sudah tak terelakkan lagi terutama pada pagi hari dan pada waktu sibuk pulang kerja di sore hari.

Maka dari itu, kehadiran tiga unit bus Jabodetabek Airport (JA) Connexion yang sedang masa uji coba untuk mengangkut penumpang dari TangCity Mall menuju Bandara Soekarno-Hatta diharapkan dapat mengurai kemacetan.

Sebab, kata Saeful, ada sekira 400 ribu orang yang bekerja di area Bandara Soekarno-Hatya dan sekitarnya, dimana 40 persennya merupakan masyarakat Kota Tangerang.

"Pasti sangat mendukung, karena program prioritas Pak Wali Kota salah satunya mengurai kemacetan. Jadi dengan ini masyarakat bisa beralih dengan kendaraan umum yang aman, nyaman, dan tepat waktu," tutur dia.

Pemerintah Kota Tangerang juga berencana menambah empat koridor baru Bus Rapid Transportation (BRT) atau yang dikenal dengan bus Tangerang Ayo (Tayo) pada 2019.

Kota Tangerang Berpeluang Sabet Penghargaan Adipura Kencana untuk Ketiga Kalinya

Pedagang Minuman Sempat Melawan Saat Gerobaknya Hendak Dibawa Satpol PP Kota Tangerang

Dua di antara empat koridor itu akan memiliki trayek menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Ia menjelaskan, koridor satu akan memiliki rute Poris Plawad-Bandara Soekarno-Hatta dan koridor baru lainnya akan memiliki rute Cadas-Bandara Soekarno-Hatta.

"Itu untuk mengatasi kemacetan dengan tarif 2000 sekali perjalanan," jelas Saeful.

Saeful berharap, dari semakin maraknya transportasi umum ke Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang dapat semakin maju dalam industri pariwisata.

Menurut dia, Kota Tangerang ke depannya bukan hanya dijadikan tempat transit para wisatawan, namun juga menjadi destinasi wisata.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved