Peneliti Bioteknologi Fokus Penuhi Obat Stroke yang Besar Permintaan Pasar

"Kebutuhannya sekarang tren penyakit degeneratif, menurunkan fungsi tubuh, seperti stroke, jantung , atau gangguan metabolisme," katanya.

Peneliti Bioteknologi Fokus Penuhi Obat Stroke yang Besar Permintaan Pasar
Tribun Sumsel
Ilustrasi Stroke 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Dunia pengobatan sedang membutuhkan obat-obatan untuk penyakit degeneratif, atau yang menurunkan fungsi tubuh, seperti stroke.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Bioteknologi BPPT, Agung Eru Wibowo, selepas acara focus gorup discussion (FGD) membahas hilirisasi produk bioteknologi kesehatan, di gedung BPPT, Kompleks Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (6/12/2018).

"Kebutuhannya sekarang tren penyakit degeneratif, menurunkan fungsi tubuh, seperti stroke, jantung atau gangguan metabolisme, asam urat, infeski, bisa TB, paru atau infeksi lain sebagainya, itu kebutuhannya tinggi," ujsr Agung.

Kebutuhan pasar tersebut akan menjadi fokus dari para peneliti bioteknologi di bidang kesehatan.

Agung mengatakan, salah satu alasan tidak lanjutnya riset para peneliti menjadi produk yang dilirik industri, karena tidak sesuai dengan permintaan pasar.

"Bagaimana riset-riset yg belum match dengan industri karena pada peningkatan kompetensi, keinginan peneliti sesuai minatnya sehingga kadang-kadang riset itu jalan ditempat," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Siswa Setyahadi, Ketua Konsorsiium Bioteknologi Indonesia, baginya, kebutuhan masyarakat harus mulai menjadi sasaran para peneliti, agar bisa dimanfaatkan.

"Harapannnya dari acara ini, siapa di mana, siapa ngerjain apa, jadi bisa sinergis. Sehingga bisa menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Sementara dari pihak industri, oasar sudah jelas menjadi perhitungan utama, namun ada tiga hal lain yang harus dipertimbangkan.

"Hasil dari FGD ini kan hilirisasi. Hilirisasi adalah penelitian yang applied tadi, yang cost efficient, teknologinya proven dan comply terhadap regulasi. Tiga syarat itu akan membuat penelitian bisa dihilirisasi," ujar Divisi Penelitian PT Biofarma, Neni Nurainy.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved