Polisi Tangkap Tiga Remaja yang Telah 15 Kali Lakukan Aksi Begal di Bekasi

Mereka berdasarkan pemeriksaan telah beraksi sebanyak 15 kali di wilayah Kota Bekasi hingga Kabupaten Bekasi.

Polisi Tangkap Tiga Remaja yang Telah 15 Kali Lakukan Aksi Begal di Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Remaja putus sekolah dibekuk Polsek Bantargebang lantaran terbukti melakukan aksi kejahatan begal, Jumat, (7/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTARGEBANG - Tiga orang remaja putus sekolah dibekuk Polsek Bantargebang lantaran kedapatan melakukan aksi begal di wilayah Kota Bekasi hingga perbatasan Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Bantargebang Kompol Siswo mengatakan, awal mula penangkapan ketiga remaja berawal dari laporan korban Endi Suhendi yang mengaku kehilangan sepeda motor usai dibegal di depan PT. Patmasode, Jalan Raya Narogong, RT01, RW02, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Senin, 26 November 2018 sekitar pukul 03.00 WIB.

"Pelaku sebenarnya lima orang, tapi baru tiga pelaku yang kita ringkus tadi malam, diantaranya RA alias Gembel (15), AP (16), dan A (15), sedangkan dua pelaku O dan B masih dalam pengejaran," kata Siswo di Polsek Bantargrbang, Jumat, (7/12/2018).

Anggota yang mendapati laporan kata Siswo, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta dilanjut penyelidikan. Adapun sepeda motor yang dirampas komplotan begal itu berupa Honda Beat dengan nomor polisi B 3032 KRF.

"Melalui ciri-ciri sepeda motor yang dirampas pelaku, kami kemudian melakukan penelusuran hingga didapati informasi bahwa sepeda motor korban berada di sebuah rumah kontrakan di daerah Ciketing Kecamatan Mustikajaya," jelas Siswo.

Ketika digeledah, polisi mendapati satu orang pelaku berikut sepeda motor milik korban. Selain itu, di lokasi rumah kontrakan tersebut, polisi juga mendapati barang bukti berupa senjata tajam dan kunci leter T yang diduga biasa digunakan pelaku saat beraksi.

"Dari penggeledahan dan penangkapan satu orang pelaku, kita langsung lakukan pengembangan, dan berhasil menangkap dua pelaku lainnya di tempat terpisah," ungkap Siswo.

Siswo melanjutkan, komplotan begal yang dimotori pelaku AT ini digawangi pelaku yang masih di bawah umur. Mereka berdasarkan pemeriksaan telah beraksi sebanyak 15 kali di wilayah Kota Bekasi hingga Kabupaten Bekasi.

"Mereka masih di bawah umur semua dan merupakan anak putus sekolah, modus mereka biasanya keliling menggunakan sepeda motor berboncengan," jelas dia.

Komplotan pelaku begal ini juga tidak sengan mengancam korbannya menggunakan senjata tajam jenis celurit, parang hingga gergaji besar. Mereka mengincar pengendara motor yang terlihat lemah dengan cara dipepet dan mengancam korban.

Puluhan The Jakmania Cilincing Siap Dukung Persija saat Lakoni Laga Penentu di SUGBK

Pengendara Mobil yang Tabrak Polantas di Jalan Daan Mogot Panik Karena Tak Punya SIM dan STNK

"Mereka beraksi di malam hari di atas jam 11 atau 12, berkeliling menggunakan sepeda motor, biasanya mereka mengincar korban yang terlihat lemah dan sendirian," ucap Siswo.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti hasil curian diantaranya satu unit Honda Beat nomor polisi B 3032 KRF, Honda Beat warna merah B 3982, satu unit Honda Vario, satu buah gergaji besar, satu bilah celurit, satu bilah parang, dua kunci leter T.

"Mereka biasanya menjual sepeda motor hasil curian seharga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta melalui online," jelas dia.

Akibat perbuatannya, ketig pelaku dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved