2030 Diharapkan Tak Ada Lagi Diskriminasi Terhadap Odha

Odha harus bisa mendapat pendidikan yang layak, pekerjaan yang tidak diskriminatif dan situasi sosial dan politik yang tidak berbeda dengan yang lain

2030 Diharapkan Tak Ada Lagi Diskriminasi Terhadap Odha
Net
HIV Aids 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Pada 2030 mendatang, masyarakat dunia sepakat untuk tidak ada lagi diskriminasi terhadap orang dengan HIV dan Aids (Odha).

Selain, diskriminasi, komitmen lain adalah, bagaimana pada 2030 mendatang, sudah tidak ada lagi korban meninggal akibat Aids dan tidak ada lagi inveksi baru virus HIV.

Di Indonesia, kampanye itu mulai disuarakan oleh Jaringan Indonesia Positif (JIP), sebuah organisasi non pemerintahan yang aktif bergerak di isu HIV dan Aids, serta komunitas lainnya.

Secara konkret, JIP mengaku belum memiliki program dengan strategi khusus untuk menuju target 2030 itu, namun mereka tidak pernah berhenti menyosialisasikan hal yang pada akhirnya menuju visi yang sama.

Sekretaris Daerah JIP Banten, Irawanto, mencatat poin penting dari upaya untuk menuju nol diskriminasi, nol kematian dan nol inveksi baru itu.

Keterbukaan Odha

Keterbukaan orang yang terjangkit virus HIV menjadi sangat penting bagi keberlangsungan hidup mereka.

Mereka harus berani memeriksakan diri ke dokter untuk selanjutnya menjalani terapi dengan terus menerus meminum obat Antiretroviral (ARV).

ARV bisa mengendalikan virus tersebut agar tidak meningkat ke fase yang lebih buruk, menjadi Aids.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved