Anies Baswedan Akan Tegur Pembocor Informasi Kenaikan Tarif Parkir Hingga Rp 50 Ribu per Jam

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan menegur pihak yang menyebarkan informasi mengenai rencana kenaikan parkir di wilayah DKI Jakarta.

Anies Baswedan Akan Tegur Pembocor Informasi Kenaikan Tarif Parkir Hingga Rp 50 Ribu per Jam
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan menegur pihak yang menyebarkan informasi mengenai rencana kenaikan parkir di wilayah DKI Jakarta.

Sebab, menurut Anies Baswedan rencana tersebut masih harus melewati kajian dan belum matang.

"Makanya, nanti saya akan teguran yang pada bagi-bagi informasi belum belum matang. Kenapa? karena menimbulkan kegelisahan. Memang menimbulkan percakapan. Ada yang pro, ada yang kontra. Tapi kita ingin ini dimatangkan dulu studinya," kata Anies Baswedan, Jumat (7/12/2018).

Anies Baswedan menilai, tersebarnya informasi yang belum matang tersebut telah menimbulkan kegelisahan di mata masyarakat. Apalagi, banyak pendapat masyarakat yang setuju dan tidak.

Menurut Anies Baswedan, dalam penentuan kenaikan taruf parkir tentu saja harus ada kajian yang matang terlebih dahulu.

Seperti mempertimbangkan kemampuan masyarakat untuk membayar, konsekuensi dari kebijakan tersebut, hingga penyiapan infrastruktur dibalik kebijakan tersebut.

"Satuannya macam-macam. Ada yang jam, ada yang hari, ada yang langganan, ada macam-macam variasinya. Belum belum belum selesai (dikaji) semua. Zonasinya gimana? belum. Jadi kalaupun nanti ada zonasi, pembagian zona nya seperti apa itu maksudnya masih terlalu awal," tuturnya.

Dalam hal ini, Anies Baswedan menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tengah berupaya mengurangi kemacetan di Ibukota.

Mulai 1 Januari 2019, Pegawai Pemprov Tak Lagi Dapat Parkir Murah di IRTI Monas.

(Video) Parkir Sembarangan, Dishub Hukum Sopir Pick Up Ini Push Up 10 Kali dan Ucapkan Sumpah 5 Kali

Salah satu cara yang dinilai efektif, adalah dengan penyesuaian tarif parkir yang masih dalam kajian tersebut.

"Kita ingin lebih banyak warga menggunakan kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi. Karena itu kendaraan umumnya ditambah jumlahnya, ditingkatkan kenyamanannya, ditingkatkan jangkauannya. Lalu, insentifnya naik kendaraan umum. Dis-insentifnya, kendaraan pribadi harganya menjadi lebih mahal. Mahalnya dari mana? Dari harga parkir supaya mau pindah," ungkap Anies Baswedan.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved