Kerap Jadi Lokasi Balap Liar, Warga Rawa Buaya Minta Dibuat Polisi Tidur di Jalan Inspeksi

warga menyebut jalan lurus yang ada di sepanjang Kali Mookervart itu kerap digunakan untuk ajang balap liar pada malam hari

Kerap Jadi Lokasi Balap Liar, Warga Rawa Buaya Minta Dibuat Polisi Tidur di Jalan Inspeksi
ISTIMEWA
TPP bubarkan aksi balap liar di Cengkareng, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra‎

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Warga RW 02, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat berharap pihak Kelurahan atau Kecamatan mengizinkan untuk dibangun polisi tidur di area Jalan Inspeksi Rawa Buaya.

Sebab, warga menyebut jalan lurus yang ada di sepanjang Kali Mookervart itu kerap digunakan untuk ajang balap liar pada malam hari.

Selain itu, kemarin siang juga ada empat warga RW 02 yang menjadi korban tertabrak mobil saat sedang duduk di belakang rumahnya di Jalan tersebut.

"Kemarin baru ada kejadian warga ditabrak mobil disini. Dan kalau malam itu suka banyak anak remaja itu pada trek-trekan disini karena jalannya lurus," ujar Ketua RW 02 Rawa Buaya, Suntama, Sabtu (8/12/2018).

Suntama mengatakan sebenarnya pihaknya telah mengajukan proposal kepada pihak Kelurahan Rawa Buaya dan Kecamatan Cengkareng untuk membangun polisi tidur di wilayahnya.

Namun, dengan alasan bahwa jalan tersebut adalah jalan raya maka tidak dikeluarkan izin untuk membangun polisi tidur.

"Katanya ini jalan raya‎ padahal kan ini kalau kita lihat ini itu jalanan kampung, karena kalau bicara jalan raya itu ya di Jalan Daan Mogot yang ada di seberang kali," kata Suntama.

‎"Makanya atas nama warga RW 02 Rawa Buaya berharap pihak Kelurahan Rawa Buaya atau Kecamatan Cengkareng diizinkan untuk buat polisi tidur disini demi keamanan warga," sambungnya.

Masyarakat Antusias dengan Fasilitas Penyebrangan Baru di Pasar Tanah Abang

(Video) Mengintip Toko Oren All Shop yang Raup Belasan Juta Rupiah Per Hari

Wati, warga RW 02 Rawa Buaya sependapat bila perlu dibangun polisi tidur di Jalan Inspeksi Rawa Buaya.

Menurutnya, hal itu untuk keselamatan warga agar tidak terjadi kecelakaan akibat pengendara yang ngebut di jalan tersebut.

"Karena kendaraan yang lewat sini suka pada kenceng-kenceng padahal kan ini bukan jalan raya. Apalagi kalau pas malam, yang lewat itu pada kebut-kebutan kalau lewat sini," ucapnya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved