Kisah Nahas Tsar Terakhir Rusia: Berkumpul untuk Foto Keluarga di Ruang Bawah Tanah Sebelum Dibunuh

Keluarga bangsawan Romanov dengan Nicholas II sebagai tsar terakhir, akhirnya tumpas tak bersisa.

Kisah Nahas Tsar Terakhir Rusia: Berkumpul untuk Foto Keluarga di Ruang Bawah Tanah Sebelum Dibunuh
VintageNews/TribunJogja.com
Keluarga Tsar Nicholas II berfoto bersama sebelum diasingkan ke Yekaterinburg di pegunungan Ural. Foto lain menunjukkan kegiatan Tsar dan anak-anaknya di rumah pengasingan, serta foto ruang bawah tanah yang dindingnya koyak-koyak akibat terjangan peluru saat keluarga Romanov itu dieksekusi kaum Bolshevik Ural. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Revolusi Bolshevik 1917 mengubah sejarah Rusia. Kekaisaran Rusia Raya berakhir secara tragis.

Keluarga bangsawan Romanov dengan Nicholas II sebagai tsar terakhir, akhirnya tumpas tak bersisa.

Kisah nestapa keluarga Romanov yang telah berlalu 100 tahun atau satu abad ini, kembali ditulis Thevintagenews.com, Jumat (7/12/2018). 

Keluarga Romanov adalah contoh keluarga Rusia yang sangat patuh pada keyakinan agama, seperti leluhurnya. Mereka keluarga Kristen yang taat.

Di rumah pengasingannya yang diawasi ketat, mereka tiap malam hari berkumpul di salah satu ruangan untuk membaca dan mempelajari Alkitab.

Keluarga Tsar Terakhir Rusia
Keluarga Tsar Terakhir Rusia (VintageNews)

Di saat putus asa, orang seperti Tsar menemukan pelipur lara di dalam Tuhan. Dari nada-nada yang tertulis dalam surat menyurat ke dunia di luar Yekaterinburg, tampak suasana penuh lemah lembut.

Di antara keluarga saling memberi nama panggilan lain, berbagi cerita lucu tentang hewan peliharaan mereka, yang beberapa di antaranya menemani mereka di pengasingan.

Alexei khususnya, sangat mencintai anjingnya, Joy. Kelak, anjing spaniel itu satu-satunya bagian keluarga Romanov yang selamat dari pembantaian kaum Bolshevik.

Ia dibawa ke Inggris dan dikubur di pemakaman Windsor Castle. Kehidupan Romanov di kota pegunungan itu memang tidak mudah.

Mereka diisolasi ketat. Ke mana-mana diawasi petugas bersenjata. Korespondensi mereka disensor dan sangat terbatas. Sebaliknya, keluarga Romanov tak pernah menganggap para petugas yang mengawasi mereka itu sebagai musuh.

Halaman
123
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved