Pemkot Depok Tak Punya Kemauan Bangun Safe House untuk Wanita dan Anak Korban Kekerasan

Pemerintah Kota Depok belum punya kemauan membangun safe house atau rumah aman untuk melindungi perempuan dan anak korban kekerasan.

Pemkot Depok Tak Punya Kemauan Bangun Safe House untuk Wanita dan Anak Korban Kekerasan
Tribunnews.com/Gani Kurniawan
JELAJAH THREE END'S - Warga melintasi sejumlah poster berisi kampanye antikekerasan terhadap perempuan dan anak Indonesia yang diberi nama Jelajah Three End's yang terpasang di dinding lorong di Jalan Ir Sukarno, Kota Bandung, Minggu (20/11/2016). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Pemerintah Kota Depok belum punya kemauan membangun safe house atau rumah aman untuk melindungi perempuan dan anak korban kekerasan.

"Kendalanya lebih pada political will atau kemuan Pemkot Depok saja," ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Depok, Sahat Farida, Jumat (7/12/2018). 

Menurut dia, anggaran membangun safe house tidak besar, namun keberadaannya sangat penting untuk melindungi perempuan dan anak korban kekerasan.

Kendala lahan, waktu, dan anggaran yang diperlukan untuk pembangunan safe house dapat disiasati dengan menyewa rumah yang layak.

Anggaran sekitar Rp 600 juta hingga Rp 1 miliar tak sebanding dengan manfaat safe house bagi korban yang mengalami trauma berat dan justru kerap disalahkan oleh lingkungan.

Perkiraan dana tersebut untuk membayar biaya sewa rumah, tenaga layanan, dan keamanan untuk memberikan rasa aman dan menghindari hal tak diinginkan terjadi.

Beruntung di Depok ada sejumlah perempuan korban kekerasan yang bangkit melawan dan bersedia menampung korban selama proses hukum bergulir.

"Pertama sewa tempat, tenaga layanan, dan keamanan. Anggaran enggak terlalu besar karena fungsinya sangat penting. Bisa saja melibatkan masyarakat yang mau berpartisipasi, tapi tentunya tetap menjaga kerahasiaan," tutur dia.

Keberadaan safe house kian mendesak karena maraknya kasus kekerasan fisik, seksual, serta pelecehan terhadap yang kerap terjadi di ruang publik tempat warga beraktivitas.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved