Pembunuhan di Papua

Pimpinan KKSB Egianus Kogoya Enggan Ladeni TNI Jika Gunakan Helikopter

Pimpinan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata, Egianus Kogoya, baru-baru ini viral lantaran pernyataannya.

Pimpinan KKSB Egianus Kogoya Enggan Ladeni TNI Jika Gunakan Helikopter
TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA
Letda Cpn, Nugraha Ardian Pasha, dengan latar helikopter Apache di Pameran Alutsista TNI 2018, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pimpinan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata, Egianus Kogoya, baru-baru ini viral lantaran pernyataannya.

Ia mengaku enggan melawan TNI jika memakai helikopter dan bom.

Pernyataan Egianus Kogoya ini diunggah di akun facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pada Jumat (7/12/2018)

Sebelumnya, Egianus Kogoya sesumbar siap perang di darat, TNI tidak perlu menggunakan helikopter atau serangan udara.

"Berapa pun militer Indonesia kirim ke sini, kami siap lawan hanya senjata lawan senjata kami punya medan perang di sini," ungkap Egianus Kogoya.

Postingan di akun facebook TPNPB
Postingan di akun facebook TPNPB (Facebook/TPNPB)

Dalam sorotan media, memang hanya helikopter jenis angkut Bell 412 dan Mi-17 saja yang terlihat di Papua.

Lantas kenapa Egianus Kogoya enggan melawan helikopter milik TNI?

Hal ini lantaran beberapa helikopter TNI bakal jadi momok bagi kelompok separatis seperti OPM

TNI mempunyai Skadron 31/Serbu Penerbad yang bermarkas di Semarang.

Skadron 31/Serbu ini dilengkapi mulai helikopter Mi-17, Bell UH-1 Iroquis, Mi-35 Hind E dan AH-64 Apache.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved