Politisi PDIP: Kini Arah Pangan dan Pertanian di Indonesia Menyasar yang Tepat

Agustina menilai, sejauh ini di masa pemerintahan Joko Widodo, tampak indikator perubahan kesejahteraan petani

Politisi PDIP: Kini Arah Pangan dan Pertanian di Indonesia Menyasar yang Tepat
Tribunnews.com/Seno Trisulistiyono
Presiden Joko Widodo mengajak ngobrol para petani di tengah sawah, saat melakukan tinjauan program padat karya tunai? di Desa Kukuh, Kecamatan, Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (23/2/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan, Agustina Wilujeng Pramestuti menampik tudingan calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyoal belum optimalnya infrastruktur pertanian di Indonesia serta masih dilakukannya impor pangan.

Menurut Agustina, persoalan impor pangan tidak dapat dipandang ringan dan berdasarkan keputusan sepihak saja.

Agustina menjelaskan, soal pangan di Indonesia yang merupakan hasil dari produksi pertanian diurus secara bersinergi antar kementerian maupun lembaga pemerintah.

"Peningkatan produksi pertanian ditangani oleh Kementerian Pertanian dan pasokan diurus Kementerian Perdagangan. Sinergi kedua lembaga ini yang akan menentukan perlu impor atau tidak," ujar Agustina dalam keterangannya, Sabtu (8/12/2018).

Agustina mengungkapkan, penanganan pangan di Tanah Air memang prosesnya harus dilakukan oleh beberapa kementerian maupun lembaga pemerintah, tak hanya satu instansi.

Menurut Agustina, sejauh ini program pembangunan produksi pertanian yang digeber pemerintahan era Presiden Joko Widodo juga telah cukup tepat menyasar tujuannya.

Misalnya saja, Agustina mencontohkan, optimalisasi kucuran anggaran pertanian sebesar Rp 1,9 triliun guna mendorong peningkatan komoditas produksi.

"Apakah pembangunan pertanian yang disiapkan pemerintah Rp 1,9 triliun akan berpengaruh terhadap peningkatan produksi? Jawabannya tentu saja," ucap Agustina yang juga anggota Komisi IV DPR RI.

Bentuk lainnya agar menunjang peningkatan produksi, Agustina menyebutkan, melalui pemanfaatan 400 ribu hektare rawa yang diubah menjadi lahan pertanian.

"Jika produktivitas pertanian naik, maka kesejahteraan petani pelaku akan meningkat. Bahkan petani yang tidak terkait dengan itu juga ikut berdampak pengaruhnya," kata Agustina.

Agustina menilai, sejauh ini di masa pemerintahan Joko Widodo, tampak indikator perubahan kesejahteraan petani.

Kemudahan petani mengakses proses menanam, mulai dari irigasi, benih pupuk hingga jaminan panen, antara lain indikatornya.

"Kita berharap rehabilitasi irigasi tersier terus semakin meningkat di seluruh lahan pertanian. Terutama di sentra produksi," ujar Agustina.

Sebelumnya, pada Selasa lalu (4/12/2018), saat Sandiaga berkampanye dengan bertemu kelompok tani di Lamongan, Jawa Timur, menyoroti kondisi infrastruktur pertanian, salah satunya irigasi, yang masih belum baik.

Sandiaga juga menyinggung mengenai masih terjadinya kebijakan impor pangan padahal Indonesia adalah negara agraris.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved