Kampanyekan Hak Pejalan Kaki, Mahasiswa STAN Bagikan Biskuit Cokelat ke Pengendara

Nasib pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross kerap tak diindahkan para pengendara sepeda motor ataupun mobil yang melintas,

Kampanyekan Hak Pejalan Kaki, Mahasiswa STAN Bagikan Biskuit Cokelat ke Pengendara
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Mahasiswa STAN, mengampanyekan hak pejalan kaki di Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Nasib pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross kerap tak diindahkan para pengendara sepeda motor ataupun mobil yang melintas, terutama di jam sibuk pada pagi dan sore hari.

Hal itu yang dirasakan sekelompok mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), di bilangan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), yang berjalan kaki setiap harinya.

Ajeng dan Anisa bersama enam orang lainnya, mengampanyekan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Ajeng mengatakan, kampanye tersebut merupakan tugas dari mata kuliah Pancasila.

"Jadi pengamalan Pancasila dengan menerapkan Undang-Undang," ujar Ajeng kepada TribunJakarta.com, Senin (10/12/2018).

Namun begitu, ia merasa tugas yang diberikan memberikan manfaat langsung kepada dirinya.

Mahasiswa STAN, mengampanyekan hak pejalan kaki di Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (10/12/2018).
Mahasiswa STAN, mengampanyekan hak pejalan kaki di Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (10/12/2018). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Hal itu karena setiap pagi, Ajeng kesulitan menyeberang jalan menuju kampusnya.

"Pejalan kaki kurang dihormati," ujarnya.

Pelican Crossing Kurang Aman, Pejalan Kaki Harap Revitalisasi JPO Segera Selesai

Pejalan Kaki Merasa Dimanjakan saat Menyeberang Berkat Sistem Tilang Elektronik

Alasan Keamanan dan Kenyamanan, Jembatan Penyeberangan Multiguna Belum Bisa Digunakan Pejalan Kaki

Selain menyampaikan peraturan berupa Undang-Undangnya, mereka juga membagikan biskuit coklat dengan pesan menarik.

"Selamat Pagi :), tetap hati-hati di Jalan Raya. Karena jatuh di jalan raya tidak seindah Jatuh Cinta," tertulis pesan di biskuit coklat yang mereka berikan.

Kampanye unik dengan membagikan biskuit dan kata-kata menarik itu, diharapkan dapat membuat pengendara yang mendapatkannya bisa tersentuh dan menerima pesan dari kampanye itu.

Buat pengendara, diharapkan bisa melihat spanduk kita dan pesannya sampai," ujar Anisa.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved