Warga Pemegang KJP Ambil Pangan Murah di RPTRA Pinang Pola, Ini Harapan Mereka

warga penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) memadati Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pinang Pola, Cilandak, Jakarta, dapatkan pangan murah

Warga Pemegang KJP Ambil Pangan Murah di RPTRA Pinang Pola, Ini Harapan Mereka
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana pengambilan pangan murah bagi penerima KJP di RPTRA Pinang Pola, pada Selasa (11/12/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Sejumlah warga penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) memadati Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pinang Pola, Cilandak, Jakarta Selatan demi menukarkan pangan murah yang disediakan.

Sejak pagi, para warga dari lintas kelurahan memadati RPTRA Pinang Pola mengambil nomor urut antrean.

Saat menanggapi terkait program KJP, sejumlah warga berharap ke depan program ini bisa benar-benat tepat sasaran.

Menurut warga, masih banyak warga yang terbilang mampu mendapatkan bantuan program pangan murah itu.

Hal itu diceritakan oleh warga Cipedak, Risnawati kepada TribunJakarta.com di lokasi.

"Kalau saya melihat program ini bagus bantu rakyat yang kurang mampu. Tapi masih banyak warga yang tergolong mampu mendapatkan bantuan. Seperti warga yang punya dua toko dan beberapa motor masih dapat KJP," bebernya pada Selasa (11/12/2018).

Risnawati melanjutkan bahwa masih terdapat warga yang tak mampu di wilayahnya belum mendapatkan bantuan KJP.

"Warga di lingkungan saya banyak yang enggak mampu tapi belum mendapatkan bantuan," tuturnya.

Hal senada turut dilontarkan oleh warga Cipedak lainnya, Maesaroh.

Warga Keberatan Harga Kantong Plastik Rp 5 Ribu Saat Ambil Bahan Pangan Murah di Pasar Sunter

Puluhan Orang Antre Pengambilan Pangan Murah KJP di Pasar Sunter Podomoro

Print Buku Tabungan untuk Biaya Sekolah, Warga Penerima KJP Serbu Bank DKI Kecamatan Jagakarsa

"Iya bukannya kami mencampuri rezeki orang, tetapi warga yang tak mampu ada yang belum kebagian. Contoh yang mampu dapat, orang tuanya bekerja sebagai dosen tapi anaknya bisa dapat KJP. Dosen kan seharusnya penghasilannya cukup ya," terangnya.

Kendati demikian, warga Pondok Labu, Leni tetap bersyukur mendapatkan bantuan meski kenyataan di lapangan ada beberapa warga mampu juga menikmati program itu.

"Saya bersyukur mendapatkan bantuan ini meski banyak warga yang mampu juga dapat. Dengan penghasilan suami per hari Rp 100 ribu per hari sebagai montir kadang tak cukup. Apalagi kadang dia enggak bekerja," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved