Liga Indonesia
Tanggapan Dirut Persija Jakarta Bila Kompetisi Liga 1 Bergulir Usai Pemilu 2019
Gede Widiade tak mempermasalahkan kompetisi sepak bola Liga 1 2019 digelar usai Pemilihan Presiden (Pilpres)
Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade tak mempermasalahkan kompetisi sepak bola Liga 1 2019 digelar usai Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia.
Sebelumnya, wacana tersebut diungkapkan langsung oleh Chief Operation Officer PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigorshalom Boboy.
Wacana tersebut dipilih lantaran pihak keamanan akan fokus terlebih dahulu mengawal proses pemilihan Presiden 2019.
Secara keseluruhan, Gede Widiade sangat mendukung langkah yang dibuat oleh PT LIB selaku operator kompetisi.
Pengusaha asal Surabaya itu menilai keputusan ini dibuat demi kebaikan semua pihak yang ada di Indonesia.
• Bukan Persija Jakarta, Alberto Goncalves Akui Sudah Dapat Penawaran dari 5 Klub Besar
• Pertahankan Kejayaan di Musim 2018, Dirut Persija Jakarta Sudah Siapkan Strategi Ampuh Musim Depan
Adanya wacana ini membuat klub di Indonesia bisa lebih lama dalam melakukan persiapan dalam menjalani kompetisi musim depan.
"Tidak ada yang rugi, tidak ada klub yang kontrak pemain lebih awal. Jadi tidak ada yang rugi. Tak ada klub lain yang kontrak lebih awal," ujar Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade, Kamis (13/12/2018).
Selain akan tampil di Liga 1 2019, di musim depan skuat Macan Kemayoran akan berlaga di babak play off Liga Champions Asia 2019.
Ismed Sofyan dan kawan-kawan berpeluang bisa membanggakan Indonesia andai saja bisa melaju ke babak kualifikasi Grup Liga Champions Asia 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/gede-widiade_20180720_201022.jpg)