Spesialis Pencuri Motor di Dealer Motor Bekas Ternyata Residivis, Ini Alasan Pelaku Jadi Maling

Jaelani malah kembali beraksi hingga enam kali di daerah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Ciputat, dan Pamulang, dalam kurun waktu satu bulan.

Spesialis Pencuri Motor di Dealer Motor Bekas Ternyata Residivis, Ini Alasan Pelaku Jadi Maling
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kapolsek Cilandak Kompol Kasto (tengah) memimpin ungkap kasus pencurian motor di dealer bekas yang dilakukan pelaku Jaelani, Jumat (14/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - IN alias Jaelani (35) diciduk jajaran Polsek Cilandak akibat membawa kabur se[eda motor yang ada di dealar motor bekas dengan alasan 'test drive'.

Hasil pemeriksaan, Kapolsek Cilandak Kompol Kasto menuturkan bahwa pelaku ternyata sudah berulang kali menjalankan aksinya di daerah Jakarta dan Tangerang dalam kurun waktu satu bulan belakangan ini.

Sebelum kembali beraksi, Kasto menuturkan Jaelani baru saja keluar usai ditahan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, pada pertengahan bulan Oktober 2018 silam.

Dalam Satu Bulan Maling Bermodus Test Drive, Gondol 6 Unit Motor Dari Dealer Motor Bekas

Tidak jera usai dipenjara, Jaelani malah kembali beraksi hingga enam kali di daerah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Ciputat, dan Pamulang, dalam kurun waktu satu bulan.

"Jadi dia ini merupakan residivis, dia baru keluar dari Lapas Cipinang pada pertengahan bulan Oktober lalu, setelah keluar dia malah kembali beraksi," kata Kasto di Mapolsek Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018).

Ketika ditanya, Jaelani menuturkan alasan ia kembali beraksi adalah untuk membayar kontrakan dan memenuhin kebutuhan hidupnya sehari-hari.

"Uang hasil jual motor untuk bayar kontrakan dan makan pak," kata Jaelani ketika diperiksa.

Maling Sepeda Motor Bermodus Test Drive di Dealer Diringkus Polisi

Kasto menuturkan, satu unit sepeda motor hasil curian tersebut dijual pelalu seharga Rp 1,2 juta.

Saat ini, pelaku pun telah ditahan di Mapolsek Cilandak guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan terancam dijerat Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP.

"Pelaku dijerat pasal 378 KUHP dan 372 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara," kata Kasto.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved