BPTJ: Saat ERP sudah Dilaksanakan,  Ganjil-genap Baru Bisa Diakhiri

Hingga saat ini, masalah ERP sendiri dikabarkan sedang dikebut dan rencananya selesai pada 2019 mendatang.

BPTJ: Saat ERP sudah Dilaksanakan,  Ganjil-genap Baru Bisa Diakhiri
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Alat sistem Elektronic Road Pricing (ERP) yang ada di Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), mengusulkan pembatasan mobil pribadi melalui ganjil-genap di beberapa ruas jalan di Jakarta kembali diperpanjang Pemeritah Kota (Pemprov) DKI.

Kondisi ini penting dilakukan karena belum adanya aturan baru untuk mengatasi kepadatan lalu lintas.

Menurut Kepala BPTJ Bambang Prihartono, perpanjangan dilakukan sekaligus menunggu kesiapan dan implementasi penerapan electronic road pricing atau ERP yang hingga kini masih belum terlaksana.

"Kami ingin ganjil-genap yang berakhir pada Desember 2018 ini kembali diperpanjang hingga ada kebijakan baru terkait ERP. Saat ERP sudah dilaksanakan, baru ganjil-genap bisa kita akhiri," ucap Bambang kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Hingga saat ini, masalah ERP sendiri dikabarkan sedang dikebut dan rencananya selesai pada 2019 mendatang.

Sambil menunggu kesiapan dari penerapan sistem jalan berbayar tersebut, Bambang meminta ganjil-genap kembali diperpanjang lagi hingga satu tahun ke depan.

Menurut Bambang, ganjil-genap memang sifatnya tidak bisa selamanya diterapkan, sama dengan halnya 3 ini 1 beberapa waktu lalu.

Uji Teknis Electronic Road Pricing Batal Dilaksanakan Esok Hari

Uji Teknis Electronic Road Pricing Batal Dilaksanakan Esok Hari

Hari Kedua Ganjil Genap di GT Tambun, Jumlah Kendaraan yang Melanggar Menurun

Karena bila diteruskan, membuat masyarakat akan membeli mobil kedua, atau beralih ke sepeda motor yang membuat populasinya makin banyak.

"Kalau tidak ada ganjil-genap harus ada kebijakan lain, jangan sampai tidak ada ganjil-genap, ERP pun belum jalan. Mudah-mudahan tidak terlalu lama, karena dikhawatirkan masyarakat pindah ke kendaraan pribadi lain, seperti motor yang harusnya tidak dianjurkan karena sangat berbahaya. Harus ada sosialiasi yang membuat masyarakat tidak beli kendaraan lain tapi pindah ke transportasi umum," ucap Bambang.

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: BPTJ Usul Ganjil-Genap Diperpanjang Sampai Ada ERP

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved