Warga Cimanggis Mengaku Didatangi 4 Orang Berkaos 'Polisi' Terkait Situ Pedongkelan

warga RW 05 Kelurahan Tugu mengaku didatangi sekitar empat orang yang mengenakan kaus atau kemeja dengan senjata api.

Warga Cimanggis Mengaku Didatangi 4 Orang Berkaos 'Polisi' Terkait Situ Pedongkelan
TribunJakarta/Bima Putra
Spanduk protes yang terpasang di Situ Pedongkelan di Cimanggis, Depok, Minggu (16/12/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Protes warga Cimanggis atas proyek revitalisasi Situ Pedongkelan yang menelan dana sekitar Rp 5,5 miliar dari bantuan Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang ditangani konsultan dan kontraktor pilihan Dinas PUPR Kota Depok, berbuntut panjang.

Bambang Tamtomo (66), warga RW 05 Kelurahan Tugu mengaku didatangi sekitar empat orang yang mengenakan kaus atau kemeja dengan senjata api.

"November lalu saya didatangi sekitar anggota polisi. Mereka pakai baju safari gitu, enggak pakai baju seragam polisi yang cokelat. Mereka bawa senjata api juga kok," kata Bambang di Cimanggis, Depok, Minggu (16/12/2018).

Bambang menyebut kedatangan orang-orang tersebut didampingi oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tugu tanpa perangkat RT dan RW setempat.

Kala bertemu Bambang, keempat orang tersebut bertanya apa benar warga mengeluhkan pengerjaan paket proyek normalisasi dan penurapan Situ Pedongkelan yang bernilai Rp 3.560.509.800 miliar.

Pengerjaan proyek penataan sempadan Situ Pedongkelan di Cimanggis, Depok, Minggu (16/12/2018).
Pengerjaan proyek penataan sempadan Situ Pedongkelan di Cimanggis, Depok, Minggu (16/12/2018). (TribunJakarta/Bima Putra)

Bambang pun menjawab jujur bahwa dia mengeluhkan pengerjaan proyek karena 6 ribu kubik lumpur yang dikeruk dibuang ke depan rumah warga sehingga lumpur bercampur bau sampah, bangkai ikan mengepung rumah warga selama hampir dua pekan.

"Saya ditanya soal pengerjaan proyek. Ya saya jawab iya, saya mengeluh. Karena lumpur dibuang depan rumah saya, satu minggu lebih saya enggak buka pintu rumah sama jendela karena bau banget. Kalau sekarang sih memang enggak bau," ujarnya.

Ketiadaan sosialisasi bahwa lumpur bakal dibuang ke depan rumah warga pun disampaikan Bambang kepada empat orang tersebut.

"Bukan Bhabinkantibmas, kalau Bhabinkantibmas sih saya kenal. Mereka pakai baju yang ada tulisan polisi gitu di belakangnya, baju safari lah. Datang sama LPM Kelurahan Tugu," tuturnya.

Warga Tagih Janji Pemkot Depok Kembali Keruk Lumpur Situ Pedongkelan

Telan Dana Rp 3,5 Miliar, Pembuangan Lumpur Situ Pedongkelan Tak Gunakan Dump Truck

Halaman
123
Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved