Ketum PB ISSI Beberkan Banyak Pebalap Sepeda Luar Negeri yang Ingin Berlatih di Velodrome

Raja Sapta Oktohari membeberkan bahwa kualitas venue sepeda balap Jakarta International Velodrome sangat diminati para pebalap sepeda luar negeri.

Ketum PB ISSI Beberkan Banyak Pebalap Sepeda Luar Negeri yang Ingin Berlatih di Velodrome
Tribunnews/Abdul Majid.
Bos Mahkota Promotion yang juga sebagai promotor petinju Daud Yordan, Raja Sapta Oktohari saat ditemui seusai acara malam penghargaan sponsor Asian Para Games 2018 di Farimont Hotel, Jakarta, Selasa (30/10/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Raja Sapta Oktohari membeberkan bahwa kualitas venue sepeda balap Jakarta International Velodrome sangat diminati para pebalap sepeda luar negeri.

Bahkan, setelah kejuaraan Asian Track Championship yang diadakan pada 8-13 Januari 2019 di Jakarta International Velodrome, banyak pebalap sepeda luar negeri yang ingin melakukan pemusatan latihan di venue sepeda balap terbaik di dunia itu.

“Jadi saya sudah dikontak beberapa negara, kurang lebih ada lima negara yang rencananya setelah Asian Track Championship di sini mereka mau pemusatan latihan, tinggal di sini untuk latihan sambil menunggu kejuaraan yang ada di Hong Kong,” kata pria yang akrab disapa Okto itu di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Senin (17/12/2018).

Menurut Raja Sapta Oktohari, hal itu juga menjadi fokus kerjasama antara pihaknya dengan PT Jakarta Propertindo yang dalam hal ini sebagai pengelola Velodrome.

Bahkan, ketua panitia penyelenggara Asian Para Games (Inapgoc) itu sempat mengatakan bahwa sewa Velodrome bisa saja melibihi harga velodrome terbaik lainnya.

Raja Sapta Oktohari: Jakarta International Velodrome Bagaikan Mobil Rolls Royce

Buat Velodrome Lebih Aktif, PT Jakarta Propertindo Kerjasama Dengan PB ISSI

“Itu lah yang saya kejar kerjasama dengan Jakpro supaya kita punya satuan harga, karena mereka yang datang ke sini, mereka juga harus dikenakan biaya,” kata Okto.

“Sebagai Velodrome terbaik di dunia, untuk pendatang ke sini kita harus bisa carge harga yang termahal di dunia. Jadi kalau ada harga sewa velodrome termahal di dunia, kita harus bisa lebih mahal dari itu. Supaya kita dihargai sebagai velodrome terbaik di dunia,” tutup Raja Sapta Oktohari.

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved