Lion Air JT610 Jatuh

Lion Air Gelontorkan Dana Rp 38 Miliar untuk Pencarian Kembali Korban dan CVR Pesawat PK-LQP

Lion Air Group menganggarkan dana sebesar Rp 38 miliar, untuk pencarian korban kecelakan pesawat Lion Air PK-LQP dan kotak hitam CVR.

Lion Air Gelontorkan Dana Rp 38 Miliar untuk Pencarian Kembali Korban dan CVR Pesawat PK-LQP
(Facebook Lion Air Group)
Tradisi water salute menyambut kedatangan pesawat baru B737 MAX 8 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Lion Air Group menganggarkan dana sebesar Rp 38 miliar, untuk pencarian korban kecelakan pesawat Lion Air PK-LQP dan kotak hitam cockpit voice recorder (CVR).

Untuk lebih komprehensif, Lion Air juga mendatangkan kapal canggih untuk membantu proses pencarian jenazah penumpang maupun kru penerbangan pesawat PK-LQP.

"Dalam hal ini apabila ditemukan maka akan diambil dan diserahkan kepada Badan SAR Nasional (BASARNAS) guna tindakan selanjutnya sesuai prosedur," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro lewat keterangan resmi yang diterima TribunJakarta.com, Senin (17/12/2018).

"Proses pencarian juga dilakukan terhadap kotak hitam yaitu alat perekam suara di ruang kemudi pilot," lanjutnya.

Dalam proses pencarian korban dan CVR, Lion Air menunjuk perusahaan swasta profesional asal negara Belanda dengan menggunakan kapal laut MPV Everest.

Proses pencarian akan difokuskan berdasarkan pemetaan terakhir area koordinat jatuhnya pesawat PK-LQP dengan waktu operasional 10 hari berturut-turut, pada Desember 2018.

Informasi terkini, kapal mengalami keterlambatan yang rencananya akan tiba di perairan Karawang pada Senin (17/12/2018).

Kondisi terakhir pada Sabtu (15/12/2018) malam, karena cuaca buruk serta hujan deras di Johor Bahru, mengganggu proses mobilisasi peralatan dan kru selama tiga hari terakhir.

"Direncanakan kapal akan berlayar Senin (17/12/2018), dengan pagi hari dimulai proses imigrasi dan kepabeanan (customs). Hal ini dikarenakan kapal berkapasitas sebesar MPV Everest tidak diberikan izin untuk keluar dari pelabuhan pada malam hari," ujar Danang Mandala Prihantoro.

Begini Proses Pilot Lion Air Sebelum Dinyatakan Laik Menerbangkan Pesawat

Begini Penjelasan Pilot Senior Lion Air Soal Kabar Terbang Asal-asalan

Lion Air menegaskan, bahwa pencarian kembali ini juga merupakan kesungguhan dari Lion Air Group untuk mencari bagian kotak hitam yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR).

Menurut undang-undang hal itu adalah tugas dan tanggung jawab dari KNKT, seperti yang tertulis dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2012 tentang Komite Nasional Keselamatan Transportasi Bab VI Pasal 48.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved